Kemenhut Target 13 Taman Nasional Jadi Kawasan Konservasi Kelas Dunia, TNBTS di Jatim Jadi Piloting
Kemenhut Target 13 Taman Nasional Jadi Kawasan Konservasi Kelas Dunia, TNBTS di Jatim Jadi Piloting

Kemenhut Target 13 Taman Nasional Jadi Kawasan Konservasi Kelas Dunia, TNBTS di Jatim Jadi Piloting

Frankenstein45.Com – 02 Mei 2026 | Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali menegaskan komitmennya dalam upaya pelestarian alam dengan menargetkan total tiga belas taman nasional di Indonesia untuk dikonversi menjadi kawasan konservasi kelas dunia. Inisiatif ini merupakan bagian dari program strategis yang menitikberatkan pada perlindungan keanekaragaman hayati, peningkatan ekowisata, serta pemberdayaan masyarakat sekitar.

Di antara tiga belas taman yang akan dijadikan contoh, Taman Nasional Baluran‑Taman Safari (TNBTS) di Provinsi Jawa Timur dipilih sebagai lokasi pilot. Penetapan TNBTS sebagai percobaan pertama diharapkan menjadi model bagi taman nasional lain dalam mengimplementasikan standar konservasi internasional.

Ruang Lingkup Target 13 Taman Nasional

  • Penguatan pengelolaan sumber daya alam.
  • Peningkatan kapasitas institusi pengelola taman.
  • Penerapan teknologi pemantauan satelit dan sistem informasi geografis (SIG).
  • Pengembangan ekowisata berkelanjutan.
  • Keterlibatan aktif komunitas lokal dalam konservasi.

Langkah-Langkah Implementasi di TNBTS

  1. Audit kondisi ekologi dan sosial saat ini.
  2. Penyusunan rencana aksi konservasi berbasis data.
  3. Pembangunan infrastruktur ramah lingkungan untuk wisatawan.
  4. Pelatihan aparat taman dan masyarakat sekitar.
  5. Monitoring dan evaluasi berkelanjutan menggunakan teknologi modern.

Jadwal Pelaksanaan Program

Fase Tahun
Persiapan & studi kelayakan 2024
Penerapan pilot di TNBTS 2025‑2026
Evaluasi & penyesuaian 2027
Replikasi ke taman lain 2028‑2030

Dengan menempatkan TNBTS sebagai proyek percontohan, Kemenhut berharap dapat mengidentifikasi tantangan operasional serta solusi inovatif yang dapat diadaptasi ke seluruh jaringan taman nasional. Keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas konservasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui ekowisata yang berkelanjutan.

Penguatan posisi Indonesia sebagai negara dengan kawasan konservasi kelas dunia akan memperkuat reputasi internasional, menarik investasi hijau, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.