Frankenstein45.Com – 14 Juni 2026 | Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan bahwa pembahasan terkait harga bahan bakar pesawat (avtur) sedang berlangsung secara intensif bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kedua kementerian menekankan pentingnya menstabilkan harga avtur untuk menjaga kelangsungan industri pariwisata dan penerbangan nasional.
Berikut beberapa poin utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut:
- Analisis tren harga avtur domestik dan internasional selama 12 bulan terakhir.
- Dampak kenaikan harga terhadap biaya operasional maskapai dan tarif penumpang.
- Strategi pemerintah untuk mengoptimalkan pasokan avtur melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri.
- Usulan kebijakan subsidi atau insentif bagi maskapai yang melayani rute wisata strategis.
- Koordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk mengurangi fluktuasi harga.
Data harga avtur yang disajikan dalam rapat menunjukkan peningkatan rata‑rata sebesar 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tabel di bawah ini merangkum perubahan bulanan:
| Bulan | Harga Avtur (USD/galon) |
|---|---|
| Januari | 0,78 |
| Februari | 0,81 |
| Maret | 0,85 |
| April | 0,89 |
| Mei | 0,92 |
| Juni | 0,95 |
Kemenhub menambahkan bahwa upaya diversifikasi sumber bahan bakar, termasuk pengembangan avtur berbasis biofuel, sedang dipertimbangkan untuk jangka panjang. Kedua kementerian sepakat untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang akan diajukan ke Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam waktu dekat.
Dengan langkah kolaboratif ini, diharapkan harga avtur dapat dikendalikan sehingga industri pariwisata dan penerbangan Indonesia tetap kompetitif dan mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik serta mancanegara.




