Frankenstein45.Com – 25 April 2026 | Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan pada Jumat bahwa tidak ada agenda resmi untuk pertemuan antara pejabat tinggi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah beredar spekulasi di media internasional bahwa Washington berencana mengirim delegasi diplomatik ke Pakistan guna membahas isu-isu regional, termasuk hubungan Tehran dengan Islamabad.
Baqaei menambahkan bahwa Iran tetap berkomitmen pada jalur diplomasi, namun menolak segala bentuk tekanan atau intervensi yang tidak didasarkan pada proses resmi dan saling menghormati kedaulatan.
Ia juga menegaskan bahwa segala rencana pertemuan harus melalui kanal diplomatik yang sah, seperti KTT atau pertemuan bilateral yang dijadwalkan secara terbuka, bukan melalui pertemuan informal di negara ketiga.
Sejauh ini, tidak ada laporan resmi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Pakistan maupun dari Departemen Luar Negeri AS yang mengonfirmasi adanya agenda pertemuan tersebut.
Para pengamat hubungan internasional menilai bahwa spekulasi tersebut muncul dalam konteks meningkatnya ketegangan antara Tehran dan Washington setelah penangkapan warga Iran di Amerika serta sanksi ekonomi yang diperpanjang.
- Iran menolak sanksi yang dipicu oleh tuduhan dukungan terorisme dan pelanggaran hak asasi manusia.
- AS menuntut akses ke data intelijen terkait program nuklir Iran.
- Pakistan berperan sebagai mediator potensial, namun belum ada inisiatif resmi.
Dengan menolak rumor pertemuan, Iran berharap mengarahkan perhatian pada dialog konstruktif melalui mekanisme multilateral, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam.




