Kemensos Libatkan 1.000 Taruna Akmil ke Sekolah Rakyat, Ajari Kedisiplinan hingga Menyemir Sepatu
Kemensos Libatkan 1.000 Taruna Akmil ke Sekolah Rakyat, Ajari Kedisiplinan hingga Menyemir Sepatu

Kemensos Libatkan 1.000 Taruna Akmil ke Sekolah Rakyat, Ajari Kedisiplinan hingga Menyemir Sepatu

Frankenstein45.Com – 30 Juni 2026 | Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) meluncurkan program kolaboratif bersama Akademi Militer (Akmil) yang menempatkan seribu taruna militer ke 178 sekolah rakyat di seluruh Indonesia. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, serta mencegah perilaku bullying di kalangan siswa asrama.

Taruna Akmil yang terlibat menjalankan serangkaian kegiatan praktis, antara lain:

  • Pengajaran disiplin harian seperti tatap muka tepat waktu, kebersihan lingkungan, dan tata tertib pribadi.
  • Latihan kemandirian, misalnya mengatur jadwal belajar, mengelola keuangan saku, dan mengorganisir kegiatan ekstrakurikuler.
  • Sesi anti‑bullying yang melibatkan simulasi situasi konflik dan cara penyelesaian damai.
  • Kegiatan praktis seperti menyemir sepatu, mencuci pakaian, dan perawatan barang pribadi.

Berikut rangkuman utama program:

Aspek Detail
Jumlah taruna 1.000 orang
Jumlah sekolah 178 sekolah rakyat
Fokus utama Kedisiplinan, kemandirian, anti‑bullying
Aktivitas tambahan Menjaga kebersihan, menyemir sepatu, pelatihan kepemimpinan

Para kepala sekolah menyambut baik kehadiran taruna, menyatakan bahwa interaksi langsung dengan militer memberikan contoh konkret tentang etos kerja dan tanggung jawab. Salah satu kepala sekolah mengatakan, “Kehadiran taruna tidak hanya mengajarkan teknik, tetapi juga menanamkan rasa hormat terhadap aturan dan sesama.”

Kemensos menargetkan agar program ini dapat berkelanjutan dan meluas ke lebih banyak daerah, khususnya yang memiliki sekolah asrama dengan tantangan sosial‑ekonomi tinggi. Diharapkan, melalui pendekatan praktis dan kedekatan personal, siswa dapat menginternalisasi nilai-nilai positif yang berdampak jangka panjang pada perilaku mereka di lingkungan sekolah dan masyarakat.