Kementan dan ITS Perkuat Hilirisasi Energi serta Pengembangan Alsintan Nasional
Kementan dan ITS Perkuat Hilirisasi Energi serta Pengembangan Alsintan Nasional

Kementan dan ITS Perkuat Hilirisasi Energi serta Pengembangan Alsintan Nasional

Frankenstein45.Com – 20 April 2026 | Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menandatangani kesepakatan kerja sama untuk memperkuat upaya hilirisasi energi serta pengembangan alat sinyal dan telekomunikasi (alsintan) di sektor pertanian. Kesepakatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian energi nasional dan mempercepat adopsi teknologi modern dalam praktik pertanian.

Kolaborasi ini mencakup beberapa bidang kunci, antara lain:

  • Pengembangan energi terbarukan: Riset dan implementasi teknologi biomassa, biohidrogen, dan energi surya untuk kebutuhan operasional pertanian.
  • Integrasi alsintan: Pembuatan perangkat sinyal, sensor, dan sistem telekomunikasi yang dapat memantau kondisi lahan secara real-time.
  • Transfer pengetahuan: Pelatihan petani dan teknisi melalui program workshop, magang, serta kurikulum khusus yang dikembangkan bersama ITS.
  • Komersialisasi hasil riset: Pembentukan inkubator bisnis untuk mendukung startup agritech dalam mengkomersialkan produk inovatif.

Direktur Jenderal Pengembangan Pertanian, Dr. Agus Pranoto, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Ia menambahkan, “Dengan dukungan teknologi tinggi dari ITS, kami dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya lokal sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di bidang teknologi pertanian.”

Sementara itu, Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Irwan Yusuf, menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan pemerintah. Ia menuturkan, “ITS siap menjadi pusat inovasi yang menyediakan solusi praktis bagi tantangan energi dan alsintan yang dihadapi sektor pertanian. Kami berharap hasil kerja sama ini dapat menjadi model bagi institusi lain di Indonesia.”

Implementasi program diproyeksikan akan dimulai pada kuartal pertama 2025 dengan pilot project di beberapa provinsi utama. Monitoring dan evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan target pencapaian, termasuk peningkatan efisiensi energi hingga 30% dan penetrasi penggunaan alsintan di kalangan petani mencapai 50% dalam tiga tahun pertama.