Kementerian Lingkungan Hidup Umumkan Hasil PROPER: PT Timah Raih Emas dan Hijau 2024‑2025
Kementerian Lingkungan Hidup Umumkan Hasil PROPER: PT Timah Raih Emas dan Hijau 2024‑2025

Kementerian Lingkungan Hidup Umumkan Hasil PROPER: PT Timah Raih Emas dan Hijau 2024‑2025

Frankenstein45.Com – 08 April 2026 | Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) resmi mengumumkan hasil penilaian Program Penilaian Peringkat Perusahaan Pengelola Lingkungan (PROPER) periode 2024‑2025. Di antara puluhan perusahaan yang dievaluasi, PT Timah Tbk berhasil meraih predikat Emas sekaligus Hijau, menandakan pencapaian tertinggi dalam kinerja lingkungan dan keberlanjutan.

Penilaian PROPER mengacu pada tiga dimensi utama: kebijakan, manajemen, dan kinerja lingkungan. PT Timah memperoleh skor tertinggi pada semua indikator, khususnya dalam pengelolaan limbah, penggunaan energi terbarukan, dan rehabilitasi lahan pasca‑penambangan.

  • Kebijakan: Implementasi kebijakan zero‑deforestasi dan komitmen net‑zero emission 2050.
  • Manajemen: Sistem manajemen lingkungan terintegrasi (ISO 14001) yang melibatkan seluruh unit operasional.
  • Kinerja: Penurunan emisi CO₂ sebesar 30% dalam dua tahun terakhir dan peningkatan area rehabilitasi sebesar 45 hektar.

Berikut ringkasan skor PROPER PT Timah pada tahun 2024‑2025:

Dimensi Skor Predikat
Kebijakan 95 Emas
Manajemen 92 Emas
Kinerja 94 Emas

Kementerian menegaskan bahwa pencapaian ini tidak hanya mencerminkan kepatuhan regulasi, namun juga menunjukkan peran strategis PT Timah dalam menjaga ekosistem tambang dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional. Pemerintah mengajak sektor industri lain untuk meneladani praktik terbaik yang telah diterapkan PT Timah.

Dengan predikat Hijau, PT Timah juga diakui sebagai perusahaan yang berkontribusi secara signifikan terhadap pelestarian alam, termasuk program penanaman kembali dan konservasi keanekaragaman hayati di sekitar kawasan operasional.

Ke depan, PT Timah berkomitmen melanjutkan upaya inovasi teknologi bersih, meningkatkan efisiensi energi, serta memperluas program CSR yang berfokus pada pendidikan dan pemberdayaan masyarakat lokal.