Kementerian Pertahanan Jelaskan Alasan Calon Manajer Kopdes Wajib Ikuti Latihan Militer
Kementerian Pertahanan Jelaskan Alasan Calon Manajer Kopdes Wajib Ikuti Latihan Militer

Kementerian Pertahanan Jelaskan Alasan Calon Manajer Kopdes Wajib Ikuti Latihan Militer

Frankenstein45.Com – 27 Juni 2026 | JAKARTAKementerian Pertahanan (Kemenhan) mengungkapkan alasan mengapa lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) diwajibkan mengikuti latihan dasar militer (latsarmil). Kejadian tragis menelan nyawa lima peserta selama pelatihan tersebut memicu pertanyaan publik mengenai kebijakan ini.

  • Meningkatkan kedisiplinan dan etos kerja: Program militer menanamkan nilai-nilai disiplin, ketelitian, dan tanggung jawab yang diharapkan dapat diterapkan dalam pengelolaan koperasi.
  • Memperkuat pemahaman keamanan nasional: Calon manajer diharapkan memahami peran koperasi dalam konteks ketahanan ekonomi serta keamanan wilayah, terutama di daerah rawan konflik.
  • Menumbuhkan kepemimpinan dan ketangguhan mental: Latihan fisik dan taktis dirancang untuk menguji serta mengasah kemampuan memimpin dalam situasi tekanan tinggi.
  • Menjamin integritas dan transparansi: Proses seleksi yang melibatkan elemen militer dianggap dapat meminimalisir praktik korupsi dan penyalahgunaan dana koperasi.
  • Sinergi antara sektor pertahanan dan ekonomi lokal: Keterlibatan Kemenhan dalam pembinaan koperasi diharapkan menciptakan sinergi antara kebijakan pertahanan dan pembangunan ekonomi berbasis komunitas.

Dalam pernyataan resminya, Kemenhan menegaskan bahwa prosedur latsarmil telah dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Namun, insiden meninggalnya lima calon manajer menimbulkan evaluasi ulang terhadap aspek keselamatan dan kesehatan peserta.

Kementerian berjanji akan melakukan audit menyeluruh atas pelaksanaan latsarmil, termasuk pemeriksaan fasilitas, peralatan medis, serta kompetensi instruktur. Hasil audit akan dipublikasikan untuk memastikan akuntabilitas dan mencegah terulangnya tragedi serupa.

Selain itu, Kemenhan menambahkan bahwa program pelatihan akan tetap dilanjutkan bagi calon manajer yang masih hidup, dengan penyesuaian protokol keselamatan yang lebih ketat. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menghasilkan manajer koperasi yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga memiliki wawasan pertahanan yang kuat demi stabilitas dan kesejahteraan masyarakat.