Kementerian PU Siapkan 400 Pompa Air untuk Dukung Pertanian di Musim Kemarau
Kementerian PU Siapkan 400 Pompa Air untuk Dukung Pertanian di Musim Kemarau

Kementerian PU Siapkan 400 Pompa Air untuk Dukung Pertanian di Musim Kemarau

Frankenstein45.Com – 12 April 2026 | Menjelang musim kemarau yang diperkirakan akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan rencana penyediaan sekitar 400 unit pompa air guna memperkuat ketahanan pangan dan mendukung kegiatan pertanian. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri PU, Dody Hanggodo, dalam sebuah konferensi pers pada Senin (10/04/2026).

Target distribusi pompa mencakup delapan provinsi yang paling terdampak oleh kekeringan, antara lain:

  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Banten
  • Sumatera Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Sulawesi Selatan

Rencana alokasi dana untuk program ini sebesar Rp 250 miliar, yang akan dikelola melalui Direktorat Pengadaan Barang/Jasa Kementerian PU. Dana tersebut akan menutupi pembelian, pengiriman, instalasi, serta pelatihan penggunaan bagi petani setempat.

Untuk memastikan efektivitas penggunaan pompa, Kementerian PU bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) serta Dinas Pertanian provinsi masing-masing. Pelatihan teknis mengenai perawatan dan operasi pompa dijadwalkan akan dilaksanakan secara daring dan tatap muka selama dua minggu sebelum penyerahan unit.

Manfaat yang diharapkan meliputi peningkatan produktivitas tanaman padi, jagung, dan sayuran, serta penurunan tingkat kegagalan panen akibat kekurangan air. Menteri Dody menekankan, “Dengan adanya pompa air ini, kami berharap petani dapat tetap mengairi lahan mereka secara optimal, sehingga ketahanan pangan nasional tetap terjaga meski menghadapi tantangan iklim yang semakin berat.”

Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja lokal, khususnya pada sektor instalasi dan pemeliharaan peralatan. Pemerintah berjanji akan melakukan evaluasi berkala untuk menilai dampak program dan menyesuaikan strategi bila diperlukan.