Frankenstein45.Com – 06 Juni 2026 | Kementerian Pertahanan (Kemhan) baru-baru ini menggelar demonstrasi yang menampilkan kemampuan personel tiga matra TNI—Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara—dalam mengoperasikan drone tempur. Acara ini bertujuan memperlihatkan kesiapan teknologi taktis Indonesia serta integrasi lintas matra dalam operasi udara tak berawak.
Demonstrasi melibatkan tiga tipe drone utama yang saat ini berada dalam tahap uji coba operasional:
- Drone berkecepatan tinggi tipe Falcon X, dilengkapi sistem kendali visual dan sensor termal.
- Drone serang tipe Viper yang mampu membawa muatan peledak hingga 15 kg.
- Drone pengintai tipe Hawk Eye dengan kemampuan transmisi data real‑time.
Setiap matra memperlihatkan prosedur khusus:
| Matra | Peran | Prosedur Kendali |
|---|---|---|
| Angkatan Darat | Pengawasan wilayah perbatasan | Pengoperasian melalui stasiun kontrol lapangan, dengan integrasi data intelijen darat. |
| Angkatan Laut | Patroli perairan dan penindakan penyelundupan | Kendali dari kapal induk atau platform laut, memanfaatkan sistem komunikasi satelit. |
| Angkatan Udara | Serangan cepat dan dukungan udara | Pengendalian dari pusat komando udara, sinkronisasi dengan pesawat tempur konvensional. |
Pelatihan intensif selama enam bulan meliputi simulasi penerbangan, pemrograman misi, serta prosedur keamanan siber. Personel yang terlatih ditunjuk sebagai Drone Operator Specialist dan harus lulus tes kompetensi yang mencakup navigasi otomatis, penargetan presisi, serta penanganan kegagalan sistem.
Keberhasilan acara ini menandai langkah strategis Indonesia dalam mengurangi ketergantungan pada sistem senjata asing dan memperkuat kemandirian pertahanan. Pemerintah menargetkan penambahan 150 unit drone tempur dalam lima tahun ke depan, dengan fokus pada produksi dalam negeri.







