Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengumumkan rencana pembangunan 1.282 titik akses internet berbasis pita lebar tetap yang akan beroperasi pada tahun 2025. Inisiatif ini merupakan bagian dari program “Kampung Internet” yang bertujuan memperluas jangkauan layanan digital ke wilayah‑wilayah yang belum terlayani secara memadai.
Poin utama dari program tersebut meliputi:
- Peningkatan kualitas koneksi internet di desa‑desa terpencil.
- Pengurangan kesenjangan digital antara perkotaan dan pedesaan.
- Pemberdayaan ekonomi lokal melalui akses e‑commerce, pendidikan daring, dan layanan publik digital.
- Penambahan fasilitas pendukung seperti pusat layanan publik (Pos Pelayanan Publik) dan ruang belajar berbasis teknologi.
Target penyebaran titik akses dibagi secara merata ke 34 provinsi, dengan prioritas pada daerah yang memiliki tingkat penetrasi internet di bawah 40 persen. Berikut perkiraan distribusi berdasarkan wilayah:
| Wilayah | Jumlah Titik |
|---|---|
| Sumatera | 312 |
| Kalimantan | 210 |
| Sulawesi | 190 |
| Jawa‑Bali‑Nusa Tenggara | 410 |
| Papua & Maluku | 160 |
Pelaksanaan proyek akan melalui tiga fase: perencanaan teknis, pembangunan infrastruktur fisik, dan aktivasi layanan. Setiap fase dijadwalkan selesai dalam rentang tiga tahun, dengan target aktivasi penuh pada akhir 2025.
Direktur Utama Kemkomdigi, Budi Susanto, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta penyedia layanan internet untuk memastikan kelancaran implementasi. “Kampung Internet bukan sekadar menyalurkan sinyal, melainkan menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan tersedianya jaringan pita lebar tetap di lebih dari seribu titik, diharapkan masyarakat desa dapat mengakses layanan pendidikan daring, layanan kesehatan telemedicine, serta peluang usaha online yang sebelumnya terhalang oleh keterbatasan konektivitas.
Pengawasan dan evaluasi berkala akan dilakukan melalui dashboard digital yang memungkinkan pemantauan kualitas layanan secara real‑time. Pemerintah berkomitmen menyesuaikan kebijakan tarif agar tetap terjangkau bagi pengguna akhir.
Program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat transformasi digital nasional dan menyiapkan generasi Indonesia yang lebih siap menghadapi era ekonomi berbasis teknologi.




