Frankenstein45.Com – 30 April 2026 | Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad, menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mengubah kebijakan energi meskipun mendapat tekanan dari Uni Eropa (UE) agar tidak membeli atau menggunakan energi dari Rusia.
Dalam konferensi pers daring yang diselenggarakan pada hari Senin, Achmad menyatakan bahwa keputusan mengenai sumber energi tetap menjadi urusan kedaulatan negara. Ia menambahkan bahwa Indonesia selalu berupaya memastikan keamanan energi dengan memperhatikan kepentingan nasional dan keberlanjutan ekonomi.
Berikut poin-poin utama yang disampaikan:
- Indonesia menolak intervensi asing dalam kebijakan energi nasional.
- Kebijakan energi Indonesia didasarkan pada analisis kebutuhan domestik, diversifikasi sumber, dan stabilitas harga.
- Hubungan perdagangan dengan Rusia, termasuk energi, tetap dilaksanakan sesuai perjanjian internasional yang berlaku.
- Indonesia terus meningkatkan investasi pada energi terbarukan dan sumber alternatif lain, seperti gas alam cair (LNG) dan tenaga surya.
Meski demikian, Kementerian Luar Negeri tetap membuka ruang dialog dengan UE untuk menjelaskan posisi Indonesia secara lebih rinci. Achmad menegaskan bahwa Indonesia menghargai hubungan baik dengan Uni Eropa, namun tidak akan mengorbankan kepentingan nasional demi tekanan politik.
Para pengamat menilai bahwa pernyataan ini mencerminkan upaya Indonesia menjaga keseimbangan antara komitmen internasional dan kebutuhan energi domestik. Sementara UE mengharapkan langkah-langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pada energi Rusia, Indonesia menekankan pentingnya diversifikasi tanpa menutup peluang kerja sama yang saling menguntungkan.




