Kenaikan Aktivitas Gempa Vulkanik Dangkal di Gunung Awu Capai 41 Kali Sehari
Kenaikan Aktivitas Gempa Vulkanik Dangkal di Gunung Awu Capai 41 Kali Sehari

Kenaikan Aktivitas Gempa Vulkanik Dangkal di Gunung Awu Capai 41 Kali Sehari

Frankenstein45.Com – 29 Mei 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa frekuensi gempa vulkanik dangkal di Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, meningkat tajam hingga mencapai 41 kali dalam satu hari. Peningkatan ini menandakan adanya pergeseran tekanan magma di dalam sistem gunung berapi, meski belum ada indikasi erupsi besar.

Gunung Awu merupakan gunung berapi tipe stratokrustal yang terakhir kali meletus pada tahun 2004. Sejak awal tahun ini, petugas pemantauan mencatat lonjakan signifikan pada jumlah gempa mikro (magnitudo <2,0) yang biasanya berada di angka 5-10 per hari.

  • Frekuensi saat ini: 41 gempa dangkal per hari.
  • Magnitudo rata-rata: 1,2 – 1,8.
  • Zona terdampak: Kabupaten Kepulauan Sangihe, terutama daerah pesisir utara.
  • Langkah mitigasi: Peningkatan patroli, evakuasi bersyarat, dan penyuluhan masyarakat.

Tim pemantau gunung berapi di Balai Besar Pengawasan dan Mitigasi Bencana Geologi (BPBMG) terus melakukan analisis seismik, deformasi, serta gas vulkanik untuk menilai potensi evolusi aktivitas. Hingga kini, belum terdeteksi perubahan signifikan pada suhu tanah atau emisi gas berbahaya.

Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan rencana evakuasi darurat, termasuk penyediaan tempat penampungan sementara, distribusi makanan, dan layanan kesehatan. Masyarakat di sekitar kawasan gunung diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan otoritas, dan melaporkan setiap perubahan yang mencurigakan.

Para ahli menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan dan kesiapsiagaan komunitas. “Peningkatan gempa dangkal bukan berarti erupsi pasti, namun harus menjadi sinyal peringatan untuk memperkuat langkah mitigasi,” ujar Dr. Hadi Santoso, pakar vulkanologi BPBMG.