Frankenstein45.Com – 10 Juni 2026 | Jakarta – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menggelar pertemuan dengan perwakilan peternak ayam petelur dari seluruh Indonesia. Diskusi difokuskan pada upaya menjaga stabilitas harga telur di pasar domestik.
Pertemuan ini dihadiri oleh lebih dari 150 peternak yang mewakili 30 provinsi. Dalam forum tersebut, Menteri menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, peternak, dan pelaku distribusi untuk mengatasi fluktuasi harga yang disebabkan oleh faktor produksi, logistik, dan permintaan musiman.
- Mengoptimalkan rantai pasokan melalui penyediaan pakan berkualitas dan subsidi pakan bagi peternak kecil.
- Memberlakukan monitoring harga telur secara real‑time di pasar tradisional dan modern.
- Mendorong diversifikasi produk olahan telur untuk menambah nilai jual.
- Memberikan insentif pajak bagi peternak yang menerapkan standar kebersihan dan kesehatan unggas.
Berikut ini rangkuman target yang disepakati dalam pertemuan:
| Target | Target Waktu | Keterangan |
|---|---|---|
| Penyediaan subsidi pakan | Q3 2024 | Untuk peternak dengan kapasitas <10.000 ekor |
| Pembentukan pusat data harga telur | Q4 2024 | Berbasis aplikasi mobile untuk peternak dan pedagang |
| Peningkatan produksi nasional | 2025 | Meningkat 5% dibandingkan tahun 2023 |
Menteri Andi Amran menegaskan bahwa stabilitas harga telur bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Ia berharap kebijakan yang diambil dapat menurunkan volatilitas harga dan memastikan ketersediaan telur yang terjangkau bagi konsumen.
Peternak yang hadir menyambut baik langkah-langkah tersebut dan berjanji akan berkoordinasi dengan Bapanas untuk mengimplementasikan rekomendasi yang telah disepakati.




