Frankenstein45.Com – 21 April 2026 | Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Rachmat Pambudi, menekankan pentingnya mengubah arah perekonomian Indonesia menjadi lebih berlandaskan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia menyatakan bahwa transformasi ini menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan mengurangi ketergantungan pada komoditas tradisional.
Dalam penyampaian visi tersebut, Rachmat menyoroti tiga pilar utama yang harus diprioritaskan:
- Investasi pada riset dan pengembangan (R&D) – pemerintah berkomitmen meningkatkan anggaran R&D serta mendorong kolaborasi antara lembaga riset, universitas, dan sektor swasta.
- Penerapan teknologi digital – memperluas adopsi internet of things, kecerdasan buatan, dan big data dalam sektor produksi, pertanian, dan jasa.
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia – menekankan pendidikan STEM (sains, teknologi, engineering, matematika) sejak tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Rachmat juga mengungkapkan rencana konkret yang akan diluncurkan dalam lima tahun ke depan, antara lain:
- Pembentukan pusat inovasi regional yang menampung start‑up teknologi dan inkubator bisnis.
- Pengembangan kebijakan insentif pajak bagi perusahaan yang berinvestasi dalam R&D.
- Peningkatan jaringan broadband nasional untuk memastikan akses data yang cepat dan merata.
- Skema beasiswa dan pelatihan bagi tenaga kerja yang akan beralih ke sektor berbasis teknologi.




