Kepala BGN Diganti, Istana Pastikan Program MBG Tidak Terganggu
Kepala BGN Diganti, Istana Pastikan Program MBG Tidak Terganggu

Kepala BGN Diganti, Istana Pastikan Program MBG Tidak Terganggu

Frankenstein45.Com – 03 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia baru-baru ini mengumumkan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Dadan Hindayana yang selama ini memimpin BGN digantikan oleh Nanik S. Deyang, seorang pakar gizi dengan pengalaman luas di bidang kebijakan pangan.

Pembentukan kepemimpinan baru ini dilansir dari pernyataan resmi Istana Negara yang menegaskan bahwa transisi kepemimpinan tidak akan mempengaruhi kelangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di berbagai daerah.

Program MBG, yang ditujukan untuk meningkatkan status gizi anak-anak usia dini serta kelompok rentan, melibatkan distribusi makanan bergizi secara rutin di sekolah, panti asuhan, dan pusat layanan kesehatan. Menurut data BGN, hingga akhir tahun lalu program ini telah mencakup lebih dari 3 juta penerima di seluruh Indonesia.

  • Target utama MBG: menurunkan angka stunting dan wasting pada anak di bawah lima tahun.
  • Fokus distribusi: wilayah dengan tingkat kekurangan gizi tertinggi, termasuk daerah terpencil.
  • Pendanaan: didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta kontribusi sektor swasta.

Istana menambahkan bahwa Nanik S. Deyang akan melanjutkan kebijakan yang telah dirumuskan sebelumnya, termasuk penguatan monitoring dan evaluasi program. Ia juga berkomitmen memperluas cakupan MBG dengan menambah mitra lokal serta meningkatkan kualitas bahan makanan yang diberikan.

Penggantian kepemimpinan ini diharapkan dapat membawa perspektif baru sekaligus menjaga konsistensi kebijakan. Dadan Hindayana, yang menjabat sejak 2022, menyatakan kesiapan timnya untuk mendukung transisi yang mulus dan memastikan semua proyek tetap berjalan tanpa hambatan.

Dengan penegasan tersebut, pemerintah menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam upaya memperbaiki gizi masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak, serta memastikan program MBG tetap menjadi prioritas utama dalam agenda kesehatan nasional.