Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Direktur Badan Gizi Nasional (BGN) baru-baru ini menyampaikan bahwa Program Masyarakat Berbasis Gizi (MBG) di Jawa Barat berhasil menggerakkan perputaran dana mencapai enam triliun rupiah setiap bulannya. Angka tersebut mencerminkan besarnya peran program dalam menstabilkan produksi pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Berikut beberapa dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh aliran dana MBG di Jawa Barat:
- Peningkatan likuiditas petani: Dana yang mengalir ke sektor pertanian membantu petani memenuhi kebutuhan modal kerja, seperti pembelian benih, pupuk, dan alat pertanian.
- Stabilisasi harga produk pertanian: Dengan pasokan yang lebih teratur, fluktuasi harga komoditas utama dapat ditekan, memberi manfaat bagi konsumen dan produsen.
- Penciptaan lapangan kerja: Proyek-proyek berbasis MBG membuka peluang kerja baru di bidang agribisnis, transportasi, dan pengolahan hasil pertanian.
- Penguatan rantai pasok lokal: Dana mengalir ke pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang mendukung distribusi dan pemasaran produk pertanian secara regional.
Selain itu, perputaran dana sebesar Rp6 triliun per bulan juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi terkait kegiatan pertanian. Kepala BGN menegaskan bahwa keberlanjutan program MBG sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan sektor swasta untuk memastikan dana dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dengan pencapaian ini, diharapkan Jawa Barat dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam mengoptimalkan program serupa, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian yang inklusif.




