Frankenstein45.Com – 15 Juni 2026 | Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar menegaskan bahwa keunggulan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama yang menentukan masa depan Indonesia, menggantikan ketergantungan pada kekayaan sumber daya alam (SDA) yang selama ini menjadi fokus utama pembangunan.
Dalam era globalisasi yang semakin kompetitif, kemampuan inovatif, keahlian teknis, dan etika profesional menjadi aset penting bagi industri kesehatan, pangan, serta sektor ekonomi nasional. Menurut Taruna Ikrar, transformasi pola pikir ini diperlukan agar Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor.
“Jika Indonesia ingin menjadi negara yang mandiri dan berdaya saing, kualitas SDM harus menjadi prioritas utama,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers yang dihadiri wartawan dan perwakilan lembaga pendidikan.
Untuk mewujudkan visi tersebut, BPOM bersama kementerian terkait merencanakan serangkaian program, antara lain:
- Peningkatan anggaran pendidikan vokasi dan kejuruan khususnya di bidang farmasi, teknologi pangan, dan keamanan produk.
- Pembentukan pusat pelatihan terstandarisasi yang berkolaborasi dengan industri untuk memberikan pengalaman kerja nyata.
- Penguatan kurikulum akademik dengan penekanan pada riset, inovasi, dan kepatuhan regulasi.
- Insentif bagi perusahaan yang berinvestasi dalam program pengembangan kompetensi karyawan.
- Peningkatan kualitas sertifikasi tenaga kerja melalui lembaga akreditasi independen.
Langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat menumbuhkan tenaga kerja yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam menjaga standar keamanan produk makanan dan obat.
Jika berhasil, dampaknya akan meliputi peningkatan produktivitas industri domestik, penurunan volume impor bahan baku, terciptanya lapangan kerja baru, serta percepatan lahirnya inovasi produk kesehatan dan pangan yang dapat bersaing di pasar internasional.
Taruna Ikrar menutup pernyataannya dengan mengajak semua pemangku kepentingan—pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat—untuk bersama‑sama menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan, karena masa depan Indonesia kini ditentukan oleh kualitas SDM, bukan semata‑mata kekayaan alam.




