Frankenstein45.Com – 16 April 2026 | Prof. Arif Satria, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Moskow bersama delegasi peneliti dan pejabat terkait. Dalam rangkaian audiensi dengan pejabat tinggi Rusia, ia menyampaikan keinginan Indonesia untuk mempercepat pengembangan infrastruktur antariksa, khususnya pembangunan sebuah spaceport di Pulau Biak, Papua.
Biak dipilih karena letaknya yang strategis di kawasan timur Indonesia, kedekatannya dengan jalur peluncuran ke orbit ekuatorial, serta potensi dukungan logistik dan infrastruktur yang sedang dikembangkan pemerintah setempat. Menurut Arif, keberadaan spaceport di Biak dapat memperkuat kemandirian teknologi luar angkasa Indonesia serta membuka peluang kerja bagi masyarakat Papua.
Rusia, sebagai salah satu negara dengan pengalaman panjang dalam program luar angkasa, menyambut baik proposal tersebut. Delegasi Rusia menegaskan kesiapan untuk berbagi pengetahuan teknis, transfer teknologi, serta pelatihan sumber daya manusia. Kedua belah pihak sepakat untuk menyusun roadmap kerja yang meliputi:
- Studi kelayakan teknis dan lingkungan di lokasi Biak.
- Penyusunan kerjasama penelitian antara lembaga ilmiah Indonesia dan Rusia.
- Pembangunan fasilitas pendukung, termasuk landasan peluncuran, pusat kontrol misi, dan zona keamanan.
- Program pelatihan astronaut dan insinyur antariksa bagi tenaga kerja Indonesia.
Rencana awal menargetkan fase pertama, berupa studi kelayakan, selesai dalam dua tahun ke depan. Jika hasilnya positif, konstruksi fasilitas utama diperkirakan dapat dimulai pada pertengahan dekade ini dengan dukungan investasi gabungan.
Pengembangan spaceport di Biak diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam kompetisi global di bidang antariksa, tetapi juga menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi regional, peningkatan pendidikan STEM, dan peningkatan konektivitas wilayah Papua.




