Frankenstein45.Com – 27 Juni 2026 | Survei terbaru menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) naik menjadi 82,4 persen, menandakan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini mencerminkan persepsi positif publik terhadap kinerja aparat dalam menegakkan hukum dan memberikan layanan publik.
Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti tiga faktor kunci yang dianggap berperan penting dalam pencapaian peningkatan kepercayaan ini. Faktor‑faktor tersebut diidentifikasi selama rapat komisi yang membahas evaluasi kinerja Polri.
- Profesionalisme dan kompetensi petugas – Penekanan pada pelatihan intensif, penggunaan teknologi modern, serta penegakan standar etika yang ketat dianggap meningkatkan citra polisi di mata warga.
- Transparansi dan akuntabilitas – Publik menilai langkah-langkah keterbukaan dalam penanganan kasus, pelaporan data kriminalitas, serta mekanisme pengaduan yang mudah diakses sebagai faktor penting.
- Pendekatan berbasis komunitas – Program polisi berwarga (community policing) yang melibatkan dialog langsung dengan masyarakat, serta kehadiran polisi dalam kegiatan sosial, membantu membangun rasa saling percaya.
Berikut rangkuman data kepercayaan publik terhadap Polri dalam bentuk tabel:
| Tahun | Persentase Kepercayaan |
|---|---|
| 2023 | 78,5 % |
| 2024 | 82,4 % |
Para pengamat menilai bahwa keberlanjutan peningkatan ini tidak terlepas dari konsistensi pelaksanaan tiga faktor tersebut. Jika Polri mampu menjaga standar profesional, memperkuat sistem akuntabilitas, dan terus memperluas interaksi positif dengan masyarakat, kepercayaan publik diproyeksikan akan terus naik dalam jangka menengah.




