Frankenstein45.Com – 25 Juni 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kembali menegaskan keprihatinannya atas fenomena ojek online (ojol) yang sering terlihat mangkal di trotoar kota. Meskipun aparat telah melakukan penertiban secara rutin, keberadaan kendaraan tersebut masih mengganggu kenyamanan pejalan kaki dan mengurangi fungsi utama trotoar sebagai ruang publik.
Berikut beberapa langkah yang diusulkan oleh pemerintah DKI Jakarta dalam rangka menyelesaikan permasalahan ini:
- Mengidentifikasi titik-titik rawan mangkal ojol di sepanjang trotoar utama.
- Berkoordinasi dengan operator ojol untuk menetapkan area parkir khusus yang terpisah dari trotoar utama.
- Memberikan insentif kepada driver yang mematuhi aturan parkir, seperti potongan tarif atau poin reward.
- Menambah jumlah petugas penertib jalan yang dilengkapi dengan aplikasi pemantauan real‑time.
- Melakukan kampanye edukasi kepada masyarakat dan driver tentang pentingnya menjaga kelancaran mobilitas pejalan kaki.
Pemerintah provinsi juga berencana menyusun regulasi yang lebih tegas, termasuk sanksi administratif bagi driver atau perusahaan yang melanggar ketentuan parkir. Diharapkan dengan adanya tempat parkir khusus, driver ojol dapat menunggu penumpang tanpa harus menghalangi jalur pejalan kaki.
Langkah ini sejalan dengan upaya DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan serta mendukung ekosistem transportasi yang lebih berkelanjutan. Jika implementasinya berjalan efektif, diharapkan trotoar kembali dapat berfungsi optimal sebagai ruang publik yang aman dan nyaman bagi semua warga.




