Frankenstein45.Com – 21 Juni 2026 | Pengelola Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Seksi VI Bengkulu mengungkapkan bahwa kerusakan hutan di wilayah tersebut telah meluas hingga mencapai 10.000 hektare.
Kerusakan ini terdeteksi melalui pemantauan satelit dan inspeksi lapangan yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir. Penyebab utama meliputi:
- Penebangan liar yang dilakukan tanpa izin.
- Alih fungsi lahan untuk pertanian dan perkebunan.
- Kebakaran hutan yang dipicu oleh praktik pembakaran lahan.
- Eksploitasi tambang ilegal.
Akumulasi kerusakan ini berdampak serius pada keanekaragaman hayati, mengancam habitat satwa langka seperti harimau Sumatera, gajah, dan badak. Selain itu, degradasi hutan memperburuk kondisi hidrologi, meningkatkan risiko banjir dan longsor di daerah sekitarnya.
Pihak pengelola bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu telah merumuskan serangkaian langkah penanggulangan, antara lain:
- Peningkatan patroli satwa liar dan penegakan hukum terhadap pelaku illegal logging.
- Restorasi area yang terdampak melalui penanaman kembali pohon asli.
- Pemberdayaan masyarakat sekitar dengan program alternatif mata pencaharian yang ramah lingkungan.
- Kolaborasi dengan lembaga non‑pemerintah dan akademisi untuk pemantauan jangka panjang.
Pengelola berharap upaya kolektif ini dapat memperlambat laju kerusakan dan memulihkan ekosistem hutan secara berkelanjutan.




