Frankenstein45.Com – 25 Juni 2026 | Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menegaskan bahwa keselamatan peserta program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) harus menjadi fokus utama selama latihan militer (latsarmil). Ia mengingatkan bahwa peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa baru masih membutuhkan perlindungan ekstra mengingat intensitas fisik dan risiko yang melekat.
Beberapa poin utama yang disorot antara lain:
- Pengadaan perlengkapan standar militer yang layak, termasuk helm, rompi anti peluru, dan sepatu taktis yang telah teruji kualitasnya.
- Kehadiran tim medis profesional di setiap lokasi latihan serta fasilitas evakuasi cepat bila terjadi cedera.
- Penyediaan transportasi yang aman dan terjadwal, menghindari kelelahan akibat perjalanan panjang sebelum atau sesudah latihan.
- Penerapan prosedur darurat yang jelas, termasuk jalur evakuasi, titik kumpul, dan koordinasi dengan otoritas lokal.
- Pemberian pelatihan pra‑kesehatan kepada peserta mengenai tanda‑tanda kelelahan, dehidrasi, dan cedera otot.
Direktur Pelaksanaan SPPI, Budi Santoso, menanggapi pernyataan tersebut dengan menjanjikan peninjauan ulang semua protokol keamanan. Ia menambahkan bahwa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah menyiapkan anggaran khusus untuk meningkatkan fasilitas medis dan perlengkapan keselamatan.
Selain itu, komite penyelenggara berencana mengadakan simulasi tanggap darurat sebelum memulai rangkaian latihan, serta melibatkan unit kesehatan militer untuk memberikan pendampingan langsung di lapangan.
Dengan langkah‑langkah ini, diharapkan peserta dapat fokus pada proses pembelajaran kepemimpinan dan pembangunan tanpa harus khawatir akan risiko fisik yang tidak terkelola.




