Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa pasokan hewan kurban untuk Idul Adha 2026 berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan umat. Pernyataan ini disampaikan setelah serangkaian koordinasi intensif antara pemerintah, peternak, dan pelaku pasar hewan ternak.
Berikut poin‑penting yang menjadi dasar keyakinan Kementan:
- Stok hewan kurban (sapi, kambing, domba) diperkirakan mencapai 5,2 juta ekor, meningkat 8% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Distribusi hewan telah direncanakan secara merata ke 34 provinsi, dengan prioritas daerah dengan permintaan tinggi.
- Standar kesehatan hewan dipantau melalui program Biosecurity yang meliputi vaksinasi, pemeriksaan penyakit menular, dan sertifikasi kebersihan.
- Pengawasan harga dilakukan oleh Badan Pengawas Harga (BPH) untuk menghindari spekulasi dan memastikan harga tetap terjangkau.
Kementan juga menambahkan bahwa mekanisme pelaporan online telah diperkuat, memungkinkan peternak melaporkan permasalahan secara real‑time. Sistem ini terintegrasi dengan Dinas Pertanian daerah, sehingga respons dapat diberikan dengan cepat.
Untuk memastikan keamanan hewan kurban, langkah-langkah berikut diwajibkan bagi semua penjual:
- Pemeriksaan kesehatan hewan oleh dokter hewan bersertifikat sebelum penjualan.
- Pencatatan identitas hewan (jenis, umur, berat) dalam sistem digital.
- Penggunaan transportasi yang memenuhi standar kebersihan dan ventilasi.
Pemerintah berharap bahwa dengan upaya terpadu ini, umat Muslim dapat melaksanakan ibadah kurban tanpa khawatir akan ketersediaan atau kualitas hewan. Kementan menegaskan komitmen berkelanjutan dalam mendukung stabilitas pasar hewan kurban hingga akhir tahun 2026.




