Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Ketimpangan dalam pelaksanaan program Masyarakat Berbasis Gizi (MBG) masih menjadi tantangan utama bagi pemerintah. Meskipun upaya penurunan stunting telah digencarkan di banyak daerah, masih terdapat wilayah yang belum sepenuhnya merasakan manfaat program tersebut.
Data terbaru menunjukkan bahwa provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berada pada posisi teratas dengan prevalensi stunting mencapai 37 persen. Angka ini jauh di atas rata-rata nasional dan menandakan perlunya intervensi yang lebih intensif di wilayah tersebut.
Berikut rangkuman singkat mengenai situasi stunting di beberapa provinsi:
| Provinsi | Prevalensi Stunting (%) |
|---|---|
| Nusa Tenggara Timur (NTT) | 37 |
| Provinsi lain (data belum tersedia) | – |
Ketimpangan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain akses layanan kesehatan yang terbatas, tingkat kemiskinan yang tinggi, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan anak. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat meningkatkan koordinasi serta memperkuat alokasi anggaran untuk program gizi di wilayah-wilayah paling terdampak.
Upaya penanggulangan stunting tidak hanya bergantung pada program MBG, tetapi juga memerlukan dukungan lintas sektor, seperti pendidikan, pertanian, dan infrastruktur. Dengan pendekatan yang holistik, diharapkan kesenjangan antar wilayah dapat dipersempit dan target penurunan angka stunting nasional dapat tercapai.




