Ketua BEM UGM 2025 Tiyo Ardianto Temukan Alat Pelacak di Bawah Mobilnya, Tegaskan Semakin Diteror Semakin Gacor
Ketua BEM UGM 2025 Tiyo Ardianto Temukan Alat Pelacak di Bawah Mobilnya, Tegaskan Semakin Diteror Semakin Gacor

Ketua BEM UGM 2025 Tiyo Ardianto Temukan Alat Pelacak di Bawah Mobilnya, Tegaskan Semakin Diteror Semakin Gacor

Frankenstein45.Com – 14 Juni 2026 | Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2025, Tiyo Ardianto, mengungkapkan penemuan sebuah perangkat pelacak yang dipasang di bagian bawah mobil pribadinya. Penemuan ini menimbulkan spekulasi luas mengenai motif di balik pemasangan alat tersebut, serta menambah ketegangan antara aktivis mahasiswa dan pihak-pihak yang dianggap berusaha memantau gerakan mereka.

Menanggapi insiden tersebut, Tiyo menegaskan bahwa setiap upaya intimidasi justru memperkuat tekadnya untuk terus mengkritisi kebijakan pemerintah dan institusi kampus. “Semakin kami diteror, semakin kami gencar menyuarakan aspirasi mahasiswa,” ujarnya dalam sebuah pernyataan resmi.

Berikut rangkaian tindakan yang diambil oleh Tiyo dan tim BEM UGM setelah penemuan ini:

  • Mengamankan bukti berupa foto dan video perangkat pelacak.
  • Menghubungi pihak keamanan kampus untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
  • Mengajukan laporan resmi ke kepolisian setempat.
  • Mengadakan pertemuan internal BEM untuk menilai risiko keamanan anggota.

Reaksi publik pun beragam. Sebagian kalangan menilai penemuan ini sebagai bukti nyata adanya pengawasan terhadap aktivis, sementara yang lain memperingatkan agar tidak terburu‑buru mengaitkan insiden dengan pihak tertentu tanpa penyelidikan yang menyeluruh.

Untuk memberikan gambaran kronologis, berikut tabel singkat yang merangkum perkembangan kasus hingga saat ini:

Tanggal Kejadian Respons
12 Juni 2024 Penemuan alat pelacak di bawah mobil Tiyo Laporan internal BEM, foto bukti
13 Juni 2024 Pernyataan resmi Tiyo Media sosial, konferensi pers virtual
14 Juni 2024 Pengaduan ke kepolisian Investigasi lanjutan oleh pihak berwajib

Sejauh ini, pihak kepolisian belum mengumumkan hasil investigasi. Tiyo menutup pernyataannya dengan menyerukan solidaritas antar mahasiswa serta menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebebasan berekspresi di lingkungan kampus dan masyarakat luas.