Frankenstein45.Com – 17 Juni 2026 | Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menekankan pentingnya sinergi antara ekonomi hijau dan transformasi digital untuk memperkuat daya saing usaha di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Dalam kunjungan ke Kadin Kepri, beliau menyampaikan bahwa era pasca‑pandemi menuntut pelaku usaha untuk mengadopsi praktik ramah lingkungan sekaligus memanfaatkan teknologi informasi secara optimal.
- Pengembangan usaha berkelanjutan: Mendorong industri kecil dan menengah (IKM) mengintegrasikan prinsip ekonomi hijau, seperti penggunaan energi terbarukan, pengelolaan limbah, dan produksi yang efisien.
- Digitalisasi proses bisnis: Mempercepat adopsi platform e‑commerce, sistem manajemen berbasis cloud, serta solusi fintech untuk memperluas akses pasar dan permodalan.
- Kolaborasi lintas sektor: Membentuk kemitraan antara pemerintah daerah, institusi keuangan, dan pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi hijau‑digital.
Berbagai program konkret juga diusulkan, antara lain:
| Program | Target | Waktu Pelaksanaan |
|---|---|---|
| Penyediaan insentif energi terbarukan untuk IKM | 500 usaha di Kepri | 2024‑2025 |
| Pelatihan digital marketing dan e‑commerce | 2.000 pelaku usaha | Triwulan I‑II 2024 |
| Pembentukan hub inovasi hijau‑digital | 1 pusat di Batam | 2025 |
Selain itu, Kadin Kepri diminta memperkuat jaringan kerjasama dengan perguruan tinggi serta lembaga riset untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil dalam bidang teknologi bersih. Anindya menegaskan bahwa dukungan kebijakan yang pro‑bisnis, bersamaan dengan regulasi yang mendukung keberlanjutan, akan mempercepat realisasi target pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan rendah emisi.
Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan Kepri tidak hanya menjadi pusat perdagangan maritim, tetapi juga contoh wilayah yang berhasil mengintegrasikan ekonomi hijau dan digital dalam strategi pembangunan jangka panjang.




