Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Jacklevyn Manuputty, Ketua Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI), menyampaikan himbauan agar publik tidak terperangkap oleh video rekaman ceramah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang telah dipotong dan dipelintir. Pernyataan tersebut disampaikan setelah sejumlah klip video beredar luas di platform media sosial, menampilkan JK seolah‑olah mengeluarkan pernyataan yang kontroversial mengenai toleransi beragama.
Untuk menghindari penyebaran informasi yang menyesatkan, PGI menekankan beberapa langkah verifikasi yang dapat dilakukan oleh masyarakat:
- Periksa sumber asli video, pastikan berasal dari kanal resmi atau rekaman lengkap yang dapat diakses publik.
- Bandingkan dengan laporan atau transkrip lengkap acara yang biasanya disediakan oleh lembaga penyelenggara, dalam hal ini UGM.
- Gunakan alat bantu verifikasi visual, seperti pemeriksaan metadata atau layanan fact‑checking yang terpercaya.
- Jika ragu, hindari membagikan video tersebut sampai keabsahan kontennya dipastikan.
Manuputty menambahkan bahwa penyebaran video terdistorsi dapat memicu polarisasi serta mengancam persatuan antarumat beragama di Indonesia. Ia mengajak semua pihak, termasuk aktivis media sosial, untuk bersikap kritis dan bertanggung jawab dalam mengonsumsi serta menyebarkan informasi.
PGI juga mengingatkan pentingnya dialog yang konstruktif dan menghormati perbedaan, sebagaimana menjadi landasan utama gerakan organisasi tersebut dalam memperjuangkan nilai‑nilai kebhinekaan.







