Frankenstein45.Com – 07 April 2026 | Ketua Umum Pasukan Bawah Tanah Prabowo (Pasbata), David Febrian, menyampaikan pernyataan tegas terkait penyebaran narasi bahwa pemerintah tidak bekerja. Menurutnya, narasi tersebut bukan sekadar kritik melainkan bentuk provokasi yang dapat memicu ketegangan sosial.
Dalam sambutannya, David Febrian menegaskan bahwa kritik yang konstruktif memang diperlukan dalam demokrasi, namun ketika kritik berubah menjadi tuduhan tanpa dasar, hal itu berpotensi menimbulkan polarisasi dan memicu aksi‑aksi yang merusak stabilitas nasional. Ia menambahkan bahwa penggunaan istilah “pemerintah tidak bekerja” secara berulang-ulang dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan oleh Ketua Umum Pasbata:
- Perbedaan antara kritik dan provokasi: Kritik bersifat argumentatif dan berlandaskan data, sedangkan provokasi berusaha memancing reaksi emosional tanpa bukti yang jelas.
- Dampak sosial: Narasi provokatif dapat memperburuk persepsi publik, meningkatkan ketegangan antar kelompok, serta memicu aksi demonstrasi yang tidak terorganisir.
- Tanggung jawab media dan publik: Media diharapkan menyajikan informasi yang faktual, sementara publik diimbau untuk memverifikasi kebenaran sebelum menyebarkan informasi.
- Ajakan untuk dialog: David Febrian mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, partai politik, dan masyarakat, untuk membangun dialog yang sehat demi mengatasi permasalahan secara bersama‑sama.
David Febrian juga menyinggung bahwa pemerintah tengah berupaya menyelesaikan berbagai tantangan, mulai dari pemulihan ekonomi pasca‑pandemi hingga penanganan isu keamanan. Ia menekankan pentingnya memberikan ruang bagi pemerintah untuk bekerja tanpa tekanan yang tidak berdasar.
Terlepas dari pernyataan tersebut, partai politik lain dan organisasi masyarakat sipil diharapkan dapat menanggapi dengan cara yang konstruktif, mengedepankan fakta, serta menghindari penyebaran informasi yang dapat memperuncing perbedaan.




