Frankenstein45.Com – 05 Mei 2026 | Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa program Jatim Cerdas akan dijadikan acuan utama untuk mengukur kualitas pendidikan di tingkat nasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang dihadiri oleh pejabat pendidikan, tokoh akademisi, dan perwakilan media.
Program Jatim Cerdas diluncurkan pada tahun 2022 dengan tujuan meningkatkan mutu pembelajaran, memperluas akses teknologi informasi, serta memperkuat kompetensi guru di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Hingga kini, lebih dari 2.500 sekolah telah terlibat dalam inisiatif tersebut, dengan penerapan kurikulum berbasis kompetensi dan pemanfaatan platform digital.
Khofifah menyatakan bahwa indikator keberhasilan Jatim Cerdas meliputi tiga aspek utama:
- Peningkatan nilai rata‑rata Ujian Nasional (UN) dan Asesmen Nasional (AN) di provinsi.
- Penurunan angka putus sekolah, khususnya di daerah‑daerah terpencil.
- Peningkatan literasi digital baik di kalangan siswa maupun guru.
Gubernur menambahkan bahwa hasil evaluasi Jatim Cerdas akan dijadikan benchmark bagi kementerian pendidikan dalam merumuskan kebijakan nasional. “Jika Jawa Timur berhasil meningkatkan kualitas pendidikan secara signifikan, model ini dapat direplikasi di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Langkah selanjutnya meliputi perluasan jaringan internet berkecepatan tinggi ke sekolah‑sekolah di daerah pedalaman, pengadaan perangkat belajar berbasis AI, serta penambahan program beasiswa bagi siswa berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Dengan menempatkan Jatim Cerdas sebagai barometer pendidikan nasional, diharapkan provinsi Jawa Timur dapat menjadi contoh nyata dalam upaya meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia di era digital.




