Frankenstein45.Com – 01 Mei 2026 | Pada hari Jumat, 19 Zulkaidah 1447 H, khotbah Jumat yang disampaikan di sebuah masjid di kota ini menyoroti keutamaan bulan Zulkaidah. Bulan tersebut dikenal sebagai salah satu bulan haram dalam kalender Islam, di mana perang dilarang dan umat Muslim di seluruh dunia menyiapkan diri menyambut ibadah haji.
Khatib menekankan bahwa Zulkaidah bukan sekadar bulan haram, melainkan momentum spiritual untuk meningkatkan amal ibadah, terutama zikir. Menurutnya, memperbanyak zikir di bulan-bulan yang berdekatan dengan haji dapat menenangkan hati, memperkuat niat, dan menyiapkan diri secara rohani untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.
Makna Zulkaidah dalam Islam
Zulkaidah, yang merupakan bulan ketujuh dalam penanggalan Hijriyah, memiliki beberapa nilai penting:
- Bulannya dilarang untuk berperang, menandakan waktu damai dan persaudaraan.
- Menjadi bulan persiapan bagi jamaah haji yang akan melaksanakan ibadah pada bulan Dzulhijjah.
- Dipercaya sebagai waktu yang penuh berkah untuk memperbanyak amalan sunnah, termasuk zikir.
Rekomendasi Zikir yang Dianjurkan
Untuk memudahkan jamaah, khatib menyarankan beberapa bentuk zikir yang dapat diamalkan secara rutin, baik secara individu maupun berkelompok:
- Subhanallah – memuji kesucian Allah.
- Alhamdulillah – mengucapkan rasa syukur atas segala nikmat.
- Allahu Akbar – mengagungkan kebesaran Allah.
- La ilaha illallah – menyatakan keesaan Allah.
- Astaghfirullah – memohon ampunan atas dosa.
Setiap bacaan dapat diulang sebanyak 33 kali, mengacu pada sunnah Rasulullah SAW, sehingga tercapai total 99 kali zikir sebelum melanjutkan ke bacaan selanjutnya.
Manfaat Zikir Bagi Umat
Memperbanyak zikir tidak hanya meningkatkan kedekatan dengan Sang Pencipta, tetapi juga membawa manfaat psikologis dan fisik:
- Menenangkan pikiran dan mengurangi stres.
- Meningkatkan konsentrasi dalam ibadah.
- Menumbuhkan rasa syukur yang berkelanjutan.
- Membantu menjaga kesehatan jantung melalui pernapasan yang teratur saat melafazkan zikir.
Khatib mengajak semua jamaah untuk menjadikan zikir sebagai bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian, terutama pada bulan-bulan yang mendekati haji. Ia menutup khotbah dengan doa agar Allah senantiasa melimpahkan hidayah, kesehatan, serta kemudahan dalam melaksanakan ibadah haji bagi para jamaah.




