Frankenstein45.Com – 22 Mei 2026 | Pada Jumat, 22 Mei 2026, umat Islam di seluruh Indonesia mendengarkan khotbah Jumat pertama bulan Zulhijjah yang bertepatan dengan awal Bulan Haji. Khotbah kali ini menekankan keutamaan sepuluh hari pertama Zulhijjah, hari-hari yang memiliki pahala berlipat ganda bagi yang beribadah.
Sepuluh hari pertama Zulhijjah disebut sebagai “Hari Kesepuluh” atau “Hari Sepuluh”. Dalam tradisi Nabi Muhammad SAW, hari‑hari ini dianjurkan untuk melakukan:
- Puasa, khususnya puasa pada hari ke‑9 (Yaumul Arafah) yang diyakini mampu menghapus dosa‑dosa tahun sebelumnya.
- Shalat sunnah, seperti shalat rawatib dan shalat malam (qiyamullail).
- Memberi sedekah atau zakat, terutama kepada fakir miskin yang berada di sekitar Masjid al‑Haram.
- Membaca Al‑Qur’an, memperbanyak wirid, dan mengingat Allah dengan dzikir.
- Mengerjakan amal kebaikan lainnya, misalnya membantu sesama, menyalurkan makanan untuk berbuka puasa, atau menyumbangkan pakaian.
Para ulama menekankan bahwa pahala pada hari‑hari ini setara dengan pahala ibadah selama setahun penuh, bahkan lebih bila dilakukan dengan niat ikhlas. Karena itulah, khotbah menasihati umat untuk memanfaatkan momentum ini sebagai sarana persiapan spiritual menjelang pelaksanaan ibadah haji serta memperkuat keimanan.
Selain itu, khotbah mengingatkan bahwa bulan Zulhijjah juga merupakan bulan suci yang mengandung hari raya Idul Adha pada tanggal 31 Mei 2026. Oleh karena itu, umat dianjurkan untuk menjaga kebersihan hati, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperbanyak doa agar ibadah haji dan hari raya berjalan lancar.
Dengan meneladani contoh Nabi Muhammad SAW dalam beribadah pada sepuluh hari pertama Zulhijjah, diharapkan umat dapat memperoleh keberkahan, pengampunan, serta meningkatkan kualitas keimanan menjelang musim haji yang akan datang.




