Frankenstein45.Com – 28 April 2026 | Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, mengakui bahwa ia banyak mengambil pelajaran dari dua seniornya, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, dalam menghadapi kompetisi balap motor di tingkat nasional. Dalam sebuah wawancara, Kiandra menjelaskan bahwa pengalaman mereka menjadi acuan penting bagi perkembangan kariernya.
Di sisi lain, Mario Aji menjadi inspirasi dalam hal mentalitas kompetitif dan manajemen tekanan. Kiandra menyebut bahwa Mario sering menunjukkan ketenangan di lintasan meskipun berada dalam situasi kritis, yang membantu Kiandra belajar mengendalikan emosi dan fokus pada tujuan akhir.
- Konsistensi latihan: Mengikuti jadwal latihan yang terstruktur seperti Veda Ega.
- Analisis data: Menggunakan telemetri untuk menilai performa di setiap sesi.
- Manajemen tekanan: Meniru ketenangan Mario Aji saat berada di depan kompetisi.
- Strategi balap: Menyesuaikan taktik berdasarkan kondisi trek dan cuaca.
Kiandra menambahkan bahwa belajar dari senior bukan hanya tentang meniru teknik, melainkan juga menginternalisasi etos kerja dan disiplin yang mereka tunjukkan. Ia berharap dapat terus berkembang dan suatu hari menjadi panutan bagi generasi pembalap berikutnya.




