Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Semen Padang FC kembali menjadi sorotan tajam BRI Super League 2025/2026 setelah mengalami serangkaian hasil negatif yang menjerumuskan klub ke zona degradasi. Dua pertandingan penting—kekalahan telak 7-0 melawan Persebaya Surabaya dan kemenangan tipis 3-0 atas Borneo FC—menjadi titik tolak bagi analisis performa tim dan implikasinya pada klasemen sementara.
Persebaya Surabaya Hancurkan Semen Padang 7-0 di Stadion Haji Agus Salim
Pekan ke-33 Super League berlangsung pada Jumat, 15 Mei 2026, ketika Persebaya Surabaya menjamu Semen Padang di kandang GOR H. Agus Salim. Dari menit ke-15, Francisco Rivera membuka skor setelah memanfaatkan kelalaian kiper Iqbal Baqtiar. Hanya tiga menit kemudian, gol kedua tercipta, membuat tim tuan rumah terpaksa menelan defisit 0-2 hingga jeda pertama.
Babak kedua semakin mematikan. Bruno Paraiba mencetak gol cepat pada menit ke-4, diikuti oleh kartu merah Ade Kristiano pada menit ke-60 yang memaksa Semen Padang bermain dengan 10 orang. Milos Raickovic menambah keunggulan menjadi 4-0 pada menit ke-63, dan Bruno kembali menambah gol lewat tendangan penalti. Pada menit ke-73 dan tambahan waktu, Bruno menyelesaikan hattrick, menjadikan skor akhir 7-0.
Kemenangan ini menaikkan poin Persebaya menjadi 55 dari 33 pertandingan, mengamankan posisi keempat klasemen sementara. Sebaliknya, Semen Padang terpuruk di peringkat ke-17 dengan hanya 20 poin, menambah tekanan pada manajemen klub menjelang akhir musim.
Borneo FC Menyusul dengan Kemenangan 3-0 atas Semen Padang
Tak lama setelah debacle melawan Persebaya, Semen Padang kembali tampil melawan Borneo FC. Dalam pertandingan yang berlangsung pada pekan yang sama, Borneo FC berhasil memanfaatkan kelemahan lini belakang Semen Padang dan mencetak tiga gol bersih, menyamakan poin dengan Persib Bandung. Meskipun kemenangan Borneo tidak mengubah posisi mereka secara signifikan, hasil ini menegaskan bahwa Semen Padang semakin rentan di semua lini.
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Borneo FC menguasai penguasaan bola sebesar 58%, melakukan 17 tembakan, dengan 9 di antaranya tepat sasaran. Semen Padang hanya mampu menembakkan 6 tembakan, 2 di antaranya berada di luar kotak penalti. Kekurangan dalam transisi cepat dan ketidakseimbangan antara lini tengah dan pertahanan menjadi faktor utama kegagalan mereka.
Data Klasemen dan Dampak Degradasi
| Tim | Poin | Main | Menang | Seri | Kalah |
|---|---|---|---|---|---|
| Persebaya Surabaya | 55 | 33 | 16 | 13 | 4 |
| Semen Padang FC | 20 | 33 | 5 | 5 | 23 |
| Borneo FC | 38 | 33 | 10 | 8 | 15 |
Dengan poin yang jauh di bawah zona aman, Semen Padang dipastikan akan turun ke Liga 2 pada akhir musim. Keputusan dewan liga untuk menurunkan tim yang berada di peringkat 17 ke bawah menegaskan bahwa performa mereka tidak dapat lagi dipertahankan.
Reaksi Pelatih dan Harapan ke Depan
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menuturkan bahwa kemenangan 7-0 bukan sekadar angka, melainkan manifestasi kerja keras dan disiplin taktik. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam setiap laga, terutama menjelang putaran akhir yang menentukan juara.
Di sisi lain, Imran Nahumarury, pelatih Semen Padang, mengakui kondisi tim yang “tanpa gairah” namun tetap berkomitmen pada sportivitas. Ia menegaskan bahwa meski sudah tidak ada harapan untuk bertahan di Super League, pemain akan tetap memberikan usaha maksimal pada dua laga terakhir, baik di kandang maupun tandang.
Para pemain muda Semen Padang, termasuk Irsyad Maulana, diharapkan menjadi tulang punggung tim di Liga 2, dengan harapan dapat kembali menggapai promosi dalam beberapa musim ke depan.
Secara keseluruhan, rangkaian pertandingan ini mencerminkan dinamika kompetisi BRI Super League: tim yang konsisten seperti Persebaya mampu memanfaatkan celah lawan, sementara tim yang mengalami krisis seperti Semen Padang harus menerima konsekuensi keras dari kegagalan performa.
Dengan degradasi yang sudah dipastikan, masa depan Semen Padang kini berada di Liga 2, di mana klub harus merancang strategi baru, memperkuat skuad, dan membangun kembali mental juara demi kembali bersaing di level tertinggi sepakbola Indonesia.




