Frankenstein45.Com – 10 Mei 2026 | New York Knicks mengukir sejarah baru dalam pertandingan melawan Atlanta Hawks di babak pertama playoff 2026, menampilkan serangkaian kemenangan yang mengesankan dan mengubah dinamika tim secara drastis.
Perjalanan dari Kekalahan ke Dominasi
Setelah terdesak 1-3 pada awal seri, Knicks berhasil memutar kembali keadaan dengan kemenangan telak di Game 4 (selisih 16 poin) dan Game 5 (selisih 29 poin). Puncaknya terjadi pada Game 6 di Madison Square Garden, di mana tim melibas Hawks dengan margin 51 poin, mencatat rata‑rata selisih kemenangan sekitar 26 poin per pertandingan.
Peran Kunci Pemain
Jalen Brunson kembali menjadi ujung tombak dengan penampilan 33 poin dan sembilan assist melawan Philadelphia 76ers, namun pada seri melawan Hawks ia sempat mengalami penurunan performa di kuarter keempat Game 3, hanya mencetak dua tembakan. Sebaliknya, OG Anunoby, yang rata‑rata 21 poin dalam playoff, absen karena cedera hamstring, memberi peluang bagi pemain lain.
Landry Shamet muncul sebagai pahlawan tak terduga. Dimasukkan ke dalam rotasi setelah Anunoby ditarik, ia mencetak 15 poin dengan akurasi tembakan 5‑of‑6 dan memberikan pertahanan keras selama 26 menit. “Kami bermain cepat, terorganisir, dan mengisi kekosongan secara kolektif,” ujar Shamet setelah pertandingan.
Karl‑Anthony Towns, yang baru bergabung dengan Knicks pada September 2024, menjadi katalisator perubahan taktik ofensif. Setelah pelatih Mike Brown menyesuaikan skema untuk lebih banyak mengandalkan Towns di tengah, Knicks bertransformasi menjadi mesin penyerang yang sulit dihentikan, terutama pada pertandingan melawan Hawks.
Statistik Penting
- Margin kemenangan rata‑rata: 26 poin per game.
- Skor tertinggi melawan Hawks: 51 poin (Game 6).
- Jalen Brunson: 33 poin, 9 assist pada Game melawan 76ers.
- Landry Shamet: 15 poin, 5/6 tembakan lapangan.
- Karl‑Anthony Towns: memimpin serangan melalui passing dan tembakan tiga angka.
Dampak pada Jalur Playoff
Kemenangan beruntun ini menempatkan Knicks selangkah lebih dekat ke Final Konferensi Timur, dengan kemungkinan bertemu Detroit Pistons di babak selanjutnya. Keberhasilan mengalahkan tim “B‑list” seperti Hawks serta mengatasi tantangan dari 76ers menegaskan kesiapan Knicks untuk mencatatkan rekor historis—enam kemenangan beruntun dalam playoff, sesuatu yang terakhir tercapai pada tahun 1999.
Jika Knicks melanjutkan performa ini, mereka berpotensi menjadi tim pertama dalam sejarah franchise yang memenangkan tujuh pertandingan playoff berturut‑turut, melampaui prestasi era 1999 ketika mereka melaju dari posisi No.8 menjadi final NBA.
Secara keseluruhan, serangkaian kemenangan melawan Hawks tidak hanya menunjukkan kedalaman skuad Knicks, tetapi juga menandai kebangkitan kembali semangat era keemasan tim. Dengan Brunson, Towns, dan kontribusi pemain pendukung seperti Shamet, Knicks tampak siap menantang segala rintangan di sisa playoff.




