Frankenstein45.Com – 04 Juni 2026 | Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol mengumumkan bahwa proses uji forensik balistik masih berlangsung untuk menyelidiki insiden peluru nyasar yang terjadi baru-baru ini. Menurut keterangan resmi, insiden tersebut melibatkan peluru yang tidak tepat sasaran selama latihan militer, menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga sekitar.
Langkah-Langkah Uji Forensik Balistik
- Pengumpulan bukti fisik, termasuk peluru yang ditemukan di lokasi kejadian serta sisa-sisa senjata yang terlibat.
- Pemeriksaan mikroskopis untuk mengidentifikasi pola goresan dan jejak bahan peledak.
- Perbandingan data balistik dengan database militer untuk menentukan asal-usul peluru.
- Analisis lintasan tembakan menggunakan perangkat lunak khusus guna merekonstruksi jalur tembak.
- Penyusunan laporan akhir yang akan dijadikan dasar rekomendasi tindakan selanjutnya.
Pihak Kodam menegaskan komitmen untuk menuntaskan penyelidikan secara transparan dan profesional, sekaligus memastikan bahwa prosedur latihan militer tidak membahayakan masyarakat sipil. Hasil uji forensik diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab peluru melenceng serta langkah pencegahan di masa depan.




