Frankenstein45.Com – 11 April 2026 | Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Direktorat Komunikasi Digital (Komdigi) baru‑baru ini menandatangani kerja sama dengan sebuah startup kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat upaya pemerintah dalam memberantas perjudian daring serta menanggulangi penyebaran hoaks di ranah digital.
Inisiatif tersebut melibatkan pengembangan sistem pemantauan otomatis yang dapat mengidentifikasi situs atau aplikasi perjudian secara real‑time, serta mendeteksi konten berita palsu yang beredar di media sosial dan platform digital lainnya.
- Deteksi judi online: Algoritma AI memindai trafik internet, pola transaksi, serta tanda‑tanda aktivitas mencurigakan untuk menandai situs judi yang melanggar regulasi.
- Pemantauan hoaks: Model pembelajaran mesin dilatih dengan dataset bahasa Indonesia untuk menilai verifikasi fakta dan menandai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
- Peningkatan literasi digital: Program edukasi daring disediakan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, guna meningkatkan kesadaran akan bahaya judi online dan pentingnya verifikasi informasi.
Dalam pernyataannya, Kepala Direktorat Komdigi menegaskan bahwa penggunaan teknologi AI domestik akan mempercepat respons pemerintah serta mengurangi ketergantungan pada solusi asing. “Dengan mengandalkan inovasi lokal, kami dapat menyesuaikan sistem sesuai dengan karakteristik bahasa dan budaya Indonesia,” ujarnya.
Startup AI yang terlibat, yang namanya belum diungkapkan secara resmi, menyatakan komitmennya untuk menyediakan teknologi yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Tim mereka akan bekerja sama dengan tim teknis Komdigi untuk mengintegrasikan sistem ke dalam infrastruktur jaringan nasional.
Selain aspek teknis, kerja sama ini juga mencakup pelatihan bagi petugas kepolisian siber dan regulator terkait cara mengoperasikan dashboard pemantauan serta menindaklanjuti temuan secara hukum.
Penggunaan AI dalam memerangi judi online dan hoaks diharapkan dapat menurunkan angka kasus terkait, meningkatkan rasa aman pengguna internet, serta memperkuat ekosistem digital Indonesia yang lebih sehat dan produktif.




