Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Anggota Komisi VII DPR RI, Rahmawati, baru-baru ini mengajukan usulan pendirian seribu layar bioskop di desa-desa seluruh Indonesia dengan sumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2027. Usulan tersebut bertujuan memperkuat ekosistem industri kreatif, khususnya rumah produksi film di daerah, serta memberi akses hiburan dan edukasi bagi masyarakat pedesaan.
- Target: 1.000 layar bioskop yang tersebar di desa-desa prioritas.
- Sumber dana: APBN 2027, diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 3 triliun.
- Waktu pelaksanaan: fase pertama 2025‑2026, fase lanjutan selesai pada akhir 2027.
- Pihak pelaksana: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait.
- Manfaat utama: peningkatan peluang kerja, pengembangan industri film daerah, serta peningkatan literasi budaya.
Usulan ini masih harus melalui proses pembahasan di tingkat komisi dan persetujuan final dalam rapat paripurna DPR. Jika disetujui, kebijakan ini akan menjadi langkah strategis pertama pemerintah dalam mendekatkan layanan hiburan dan edukasi ke pelosok negeri.
Beberapa pihak menyambut positif rencana tersebut, mengingat masih minimnya sarana hiburan di banyak desa. Namun, mereka juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang, termasuk pemeliharaan fasilitas, pelatihan operator, serta keberlanjutan operasional agar bioskop tidak menjadi “tumpukan” infrastruktur yang tidak terpakai.
Dengan dukungan anggaran APBN 2027, diharapkan bioskop desa dapat menjadi titik tolak bagi revitalisasi industri film Indonesia, sekaligus memberi ruang bagi kreativitas masyarakat lokal untuk berkembang.




