Frankenstein45.Com – 30 April 2026 | Anggota Komisi VIII DPR RI, Derta Rohidin, menegaskan pentingnya prioritas keselamatan pada jaringan kereta api listrik (KRL) di wilayah Jabodetabek. Dalam rapat kerja komisi, ia mengingatkan pemerintah agar tidak mengalihkan perhatian dari masalah utama yang telah menimbulkan sejumlah kecelakaan baru-baru ini.
Beberapa insiden yang terjadi dalam enam bulan terakhir, termasuk tergelincirnya kereta di rel dan kegagalan sistem rem, menimbulkan kekhawatiran publik tentang keamanan transportasi massal. Derta menekankan bahwa KRL merupakan tulang punggung mobilitas harian bagi jutaan penumpang, sehingga kegagalan operasional dapat berakibat fatal.
Permintaan utama Komisi VIII
- Mengalokasikan anggaran khusus untuk perbaikan infrastruktur rel dan sinyal.
- Meningkatkan pelatihan dan sertifikasi bagi masinis serta teknisi KRL.
- Melakukan audit independen terhadap prosedur keselamatan di seluruh jaringan KRL.
- Mengoptimalkan koordinasi antara Kementerian Perhubungan, PT KAI, dan operator KRL daerah.
Komisi juga menuntut transparansi data kecelakaan dan hampir celaka (near miss) yang selama ini belum dipublikasikan secara lengkap. Menurut Derta, data yang terbuka dapat menjadi dasar evaluasi kebijakan dan meningkatkan akuntabilitas pihak terkait.
Selanjutnya, komisi mengusulkan pembuatan tim khusus yang bertugas memantau implementasi rekomendasi keselamatan secara berkala. Tim tersebut diharapkan dapat memberikan laporan triwulanan kepada DPR serta publik.
Pemerintah diharapkan dapat menanggapi secara konkret demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan bahwa KRL tetap menjadi pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan terpercaya.




