Frankenstein45.Com – 08 Mei 2026 | Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis, 7 Mei 2024, dengan agenda utama mendorong percepatan hilirisasi industri sebagai upaya strategis meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota Komisi XI menilai bahwa potensi sumber daya alam di Kalimantan Selatan, khususnya batu bara, minyak, dan hasil pertanian, belum dimanfaatkan secara optimal pada tahap nilai tambah. Mereka menekankan pentingnya mengembangkan sektor industri pengolahan untuk mengubah bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan penerimaan daerah melalui pajak, retribusi, dan royalti.
Selama kunjungan, komisioner menyampaikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah provinsi:
- Meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah, kementerian, dan pelaku usaha dalam penyusunan kebijakan insentif fiskal dan non‑fiskal.
- Mempercepat penyediaan infrastruktur penunjang, seperti pelabuhan, jalan, dan jaringan listrik yang dapat menurunkan biaya produksi.
- Mendorong pembentukan kawasan industri khusus (KIK) dengan regulasi yang mempermudah perizinan dan investasi.
- Menjalin kemitraan dengan institusi pendidikan dan riset untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja serta inovasi produk.
- Menetapkan target jangka pendek dan menengah yang terukur untuk volume produksi industri hilir.
Komisioner juga menyoroti bahwa peningkatan PAD tidak hanya berdampak pada peningkatan layanan publik, tetapi juga dapat memperkuat posisi Kalimantan Selatan dalam persaingan ekonomi nasional. Dengan mengoptimalkan nilai tambah, provinsi diharapkan dapat menarik investasi baru, menciptakan lapangan kerja, dan menstabilkan pendapatan daerah.
Dalam penutupnya, Komisi XI mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersinergi, memastikan bahwa kebijakan hilirisasi tidak hanya bersifat retoris tetapi terimplementasi secara nyata, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Selatan.




