Frankenstein45.Com – 19 Juni 2026 | Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali menekankan pentingnya peran diplomasi ekonomi dalam menambah ruang fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Anggota komisi, yang membidangi bidang ekonomi, perdagangan, industri, koperasi, usaha kecil menengah, serta perbankan, menilai bahwa penguatan strategi ekonomi luar negeri dapat mempercepat pertumbuhan penerimaan negara.
Dalam rapat terbuka, para komisioner menyerukan pemerintah untuk meningkatkan disiplin fiskal, memperluas jaringan kerja sama ekonomi dengan negara mitra, serta mempercepat transformasi sektor riil. Mereka menyoroti bahwa peningkatan ekspor, investasi asing langsung, dan kerjasama teknologi dapat menjadi sumber tambahan pendapatan yang signifikan.
Beberapa langkah konkret yang diusulkan antara lain:
- Mengoptimalkan perjanjian perdagangan bebas yang sudah ada serta menegosiasikan kesepakatan baru yang mengutamakan nilai tambah bagi produk Indonesia.
- Mengintensifkan promosi investasi di sektor strategis seperti energi terbarukan, manufaktur berteknologi tinggi, dan digital economy.
- Menggalakkan program transformasi sektor riil, termasuk modernisasi industri kecil menengah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
- Meningkatkan koordinasi lintas kementerian untuk memastikan kebijakan fiskal dan kebijakan luar negeri selaras.
Komisi XI menegaskan bahwa tanpa dukungan diplomasi ekonomi yang kuat, upaya pemulihan fiskal pasca pandemi akan terhambat. Mereka berharap pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih terintegrasi, sehingga APBN memiliki ruang manuver yang lebih luas untuk mendanai program pembangunan nasional.
Penekanan pada disiplin fiskal juga menjadi bagian penting dari agenda. Komisioner mengingatkan bahwa pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel akan memperkuat kepercayaan investor serta meningkatkan peringkat kredit negara.




