Komisi XII DPR Dorong Migrasi ke Kompor Listrik untuk Tekan Impor LPG
Komisi XII DPR Dorong Migrasi ke Kompor Listrik untuk Tekan Impor LPG

Komisi XII DPR Dorong Migrasi ke Kompor Listrik untuk Tekan Impor LPG

Frankenstein45.Com – 14 April 2026 | Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai bahwa mempercepat elektrifikasi rumah tangga melalui migrasi ke kompor induksi menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor LPG. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menurunkan beban impor, tetapi juga meningkatkan efisiensi energi di sektor rumah tangga.

Sejumlah faktor menjadi dasar dorongan tersebut, antara lain tingginya volume impor LPG yang terus meningkat setiap tahunnya, fluktuasi harga internasional, serta dampak lingkungan dari pembakaran gas.

  • Efisiensi energi: Kompor induksi mengubah energi listrik menjadi panas dengan efisiensi hingga 85‑90%, jauh di atas kompor gas konvensional yang berkisar 45‑55%.
  • Penghematan biaya: Meskipun harga listrik per kWh masih lebih tinggi dibandingkan LPG per kilogram, efisiensi yang lebih tinggi menghasilkan konsumsi energi yang lebih rendah dalam jangka panjang.
  • Ramah lingkungan: Tidak menghasilkan emisi karbon dioksida secara langsung, sehingga berkontribusi pada target pengurangan emisi nasional.

Berikut perbandingan singkat antara kompor gas LPG dan kompor induksi:

Aspek Kompor LPG Kompor Induksi
Efisiensi 45‑55% 85‑90%
Biaya operasional (per tahun) Rendah‑menengah (tergantung harga LPG) Menengah‑tinggi (tergantung tarif listrik)
Emisi CO₂ ~2,5 kg CO₂/kg LPG 0 kg CO₂ (langsung)

Komisi XII menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, produsen peralatan listrik, serta masyarakat. Program subsidi bagi rumah tangga berpenghasilan rendah, serta penyediaan paket instalasi listrik yang terjangkau, disebutkan sebagai langkah konkret untuk mempercepat adopsi kompor induksi.

Selain manfaat ekonomi dan lingkungan, migrasi ini diharapkan dapat menstabilkan pasokan energi domestik, mengurangi tekanan pada cadangan devisa, dan meningkatkan keamanan energi nasional.

Masyarakat diimbau untuk mempertimbangkan pergantian peralatan memasak secara bertahap, memanfaatkan program bantuan pemerintah, dan meningkatkan kesadaran akan efisiensi energi demi keberlanjutan masa depan.