Frankenstein45.Com – 03 April 2026 | JAKARTA – Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa tiga anggota TNI yang sedang bertugas dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di wilayah selatan Lebanon terus menunjukkan perbaikan kondisi kesehatan setelah mengalami luka pada insiden terbaru.
Insiden tersebut terjadi pada tanggal 1 April 2024 ketika pasukan UNIFIL menghadapi tembakan lintas batas yang menewaskan satu warga sipil dan melukai tiga prajurit Indonesia. Ketiga prajurit itu segera dievakuasi ke rumah sakit militer di Beirut untuk mendapatkan perawatan intensif.
- Pengobatan meliputi debridement luka, terapi antibiotik, dan rehabilitasi fisik awal.
- Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan setiap 24 jam selama minggu pertama.
- Pengawasan psikologis juga diberikan untuk mengatasi stres pasca‑trauma.
Pejabat tinggi Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, menyatakan apresiasi terhadap kerja sama tim medis Lebanon serta komitmen UNIFIL dalam memastikan keselamatan personel multinasional.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam evakuasi dan perawatan, serta menegaskan bahwa keselamatan prajurit kami tetap menjadi prioritas utama,” ujar Dudung dalam konferensi pers virtual pada 2 April 2024.
UNIFIL, yang dipimpin oleh Komandan Pasukan Multinasional di Lebanon, menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan bagian dari peningkatan ketegangan di zona demarkasi antara Israel dan Lebanon. Misi tersebut tetap beroperasi secara penuh dengan dukungan logistik internasional.
Selanjutnya, Kementerian Pertahanan berjanji akan terus memantau kondisi ketiga prajurit tersebut hingga mereka dinyatakan pulih sepenuhnya dan dapat kembali melaksanakan tugas atau dipulangkan ke Indonesia sesuai protokol medis.




