Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | WWE kembali menjadi sorotan publik pada Mei 2026 dengan serangkaian isu yang melibatkan teknologi, bintang internasional, dan perdebatan internal di kalangan legenda. Dari penggunaan AI dalam produksi hingga cerita-cerita inspiratif dari pegulat asal Inggris, serta refleksi kritis dari veteran Matt Hardy, semua menggarisbawahi dinamika industri gulat yang semakin kompleks.
Kontroversi AI di WWE
Beberapa bulan terakhir WWE dituduh mengadopsi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat paket video promosi dan tribute. Penggunaan tersebut terlihat pada feud Zaria‑Sol Ruca serta video penghormatan kepada karakter “Gingerbread Man”. Penggemar menyuarakan keberatan, menilai AI mengurangi keaslian performa.
Pada episode terbaru podcast “Off The Top”, mantan Intercontinental Champion Rikishi menanggapi pertanyaan tentang AI. Ia berujar, “Why? Do we need it? I mean, why try to fix something that’s not broken?” (h/t Wrestling Inc.). Rikishi menegaskan bahwa talenta sejati sudah mampu menciptakan momen spektakuler tanpa bantuan teknologi, dan mengingatkan bahwa “if it ain’t broke, we don’t need to fix it”.
John Cena: Dari Ring ke Layar Lebar
Di sisi lain, legenda modern John Cena mengungkapkan bahwa popularitasnya di WWE justru menghambat karir filmnya pada awal 2000‑an. Dalam wawancara dengan People Magazine, Cena mengakui bahwa penampilan besarnya di arena gulat membuat industri film menganggapnya “overwhelming” dan “immediately disappointing”. Ia menambahkan, “I pretty much was run out of town for the movie business in 2009, 2010. It was my own fault.” Namun, peran di film seperti Trainwreck (2015) dan Sisters membuka kembali peluangnya, mengajarkan pentingnya sikap “coachability” dan rasa syukur.
Gelombang Bintang UK Menggebrak NXT
Waves baru datang dari Inggris. Lizzy Rain, 28‑tahun, menelurkan debut di NXT dengan gaya heavy‑metal yang terinspirasi oleh almarhum Clive Burr, paman sebelahnya. Ia berkata, “To get to represent my home on such a global scale is really beautiful, and doing it with friends like Mason Rook is so cool.” Mason Rook, bersama Blake Monroe dan Kit Wilson, juga mulai menorehkan jejak di roster utama. Mereka menegaskan ambisi bersama: “take over the world” dengan mengangkat talenta Eropa di panggung global WWE.
Matt Hardy Kenang KofiMania di Tengah Pemecatan New Day
Setelah Kofi Kingston dan Xavier Woods secara mengejutkan dipecat dari WWE, veteran Matt Hardy meninjau kembali fenomena “KofiMania” dalam sebuah episode “The Extreme Life of Matt Hardy”. Ia memuji keputusan WWE yang pada 2019 memberi Kingston kesempatan meraih WWE Championship, menyebutnya “organically” dan “supercharged” oleh dukungan fans. Hardy menekankan pentingnya representasi, “If you’re a young black kid watching the New Day, you go, ‘Whoa, these are three guys, I love that they’re together and they’re representing people like me.'” (h/t Wrestling Inc.). Ia menambahkan bahwa pemotongan gaji yang ditawarkan kepada The New Day menjadi faktor utama keputusan mereka meninggalkan perusahaan.
Serangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa WWE berada di persimpangan kritis: harus menyeimbangkan inovasi teknologi, memelihara talenta internasional, serta menjaga kepercayaan para legenda dan penggemar. Keputusan-keputusan yang diambil dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan arah masa depan gulat profesional.







