Frankenstein45.Com – 10 Juni 2026 | Parlemen Korea Selatan menekankan pentingnya memperkuat kerja sama bilateral dengan Indonesia di tengah menurunnya volume perdagangan antara kedua negara. Penurunan tersebut tercatat sejak kuartal pertama 2024, dengan total nilai ekspor-impor turun sekitar 7,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Para anggota parlemen menyoroti bahwa penurunan ini bukan semata-mata akibat faktor eksternal, melainkan juga mencerminkan kebutuhan untuk diversifikasi produk dan sektor yang diperdagangkan. Oleh karena itu, mereka mengusulkan beberapa inisiatif strategis, antara lain:
- Pengembangan sektor teknologi tinggi, khususnya dalam bidang semikonduktor, kecerdasan buatan, dan telekomunikasi.
- Peningkatan kerja sama di bidang energi terbarukan, termasuk proyek tenaga surya dan angin.
- Memperluas kolaborasi di sektor pariwisata, dengan mempromosikan paket wisata terpadu antara Seoul dan Jakarta.
- Penguatan investasi langsung (FDI) melalui penyediaan insentif fiskal dan kemudahan perizinan bagi perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia, serta sebaliknya.
Dalam sidang khusus, anggota parlemen menekankan bahwa kedua negara memiliki potensi sinergi yang besar. Korea Selatan, sebagai salah satu produsen teknologi terkemuka, dapat menyediakan teknologi dan pengetahuan, sementara Indonesia menawarkan pasar konsumen yang luas serta sumber daya alam yang melimpah.
Selain itu, parlemen mengusulkan pembentukan forum tahunan yang melibatkan pelaku bisnis, akademisi, dan pejabat pemerintah dari kedua negara untuk memantau perkembangan kerja sama serta mengidentifikasi peluang baru.
Respons pemerintah Indonesia terhadap usulan tersebut bersifat positif. Menteri Perdagangan menyatakan kesediaan untuk memperdalam dialog bilateral dan meninjau kembali kebijakan tarif serta prosedur bea cukai yang dapat menghambat aliran barang.
Para pakar ekonomi menilai bahwa penguatan kerja sama ini dapat menjadi penyangga penting bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara, terutama di masa pemulihan pasca pandemi. Namun, mereka juga mengingatkan perlunya implementasi kebijakan yang konsisten dan transparan agar investasi dapat mengalir secara berkelanjutan.
Jika langkah-langkah yang diusulkan dapat dijalankan dengan baik, diperkirakan volume perdagangan antara Korea Selatan dan Indonesia akan kembali meningkat dalam jangka menengah, sekaligus membuka lapangan kerja baru dan memperkuat posisi kedua negara dalam rantai nilai global.




