Frankenstein45.Com – 08 April 2026 | Korea Selatan dan Indonesia telah mencapai kesepakatan prinsip untuk menyerahkan salah satu dari enam prototipe jet tempur generasi menengah KF-21 Boramae kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI‑AU). Kesepakatan ini merupakan langkah lanjutan dalam kerja sama pertahanan yang telah terjalin sejak program KF-21 diluncurkan pada tahun 2015.
Program KF-21 merupakan proyek bersama antara Korea Selatan dan Indonesia, dimana Indonesia berkontribusi dalam bidang riset, produksi struktural, dan sistem avionik. Total biaya pengembangan diperkirakan mencapai lebih dari US$5 miliar, dengan Indonesia menanggung sekitar 20% dari nilai keseluruhan.
- Manfaat teknis: akses ke teknologi stealth low‑observable, avionik digital, dan sistem senjata canggih.
- Pengembangan SDM: program pelatihan bersama bagi pilot dan teknisi, termasuk kursus di Korea Selatan.
- Industri pertahanan lokal: peluang bagi perusahaan Indonesia untuk terlibat dalam proses pemeliharaan dan modifikasi.
Pejabat TNI‑AU menilai transfer prototipe ini akan meningkatkan kemampuan operasional serta mempercepat modernisasi armada udara Indonesia. Di sisi lain, pemerintah Korea Selatan berharap kerja sama ini dapat memperkuat posisi geopolitik di kawasan Indo‑Pasifik dan menambah nilai strategis aliansi pertahanan kedua negara.
Meski ada optimisme, beberapa tantangan masih perlu diatasi, antara lain prosedur regulasi ekspor teknologi militer, sinkronisasi standar operasional, serta penyediaan infrastruktur pendukung di pangkalan udara domestik. Kedua negara berkomitmen untuk menyelesaikan isu‑isu tersebut melalui dialog berkelanjutan dan mekanisme koordinasi bersama.
Langkah ini menandai babak baru dalam hubungan pertahanan Indonesia‑Korea Selatan, sekaligus membuka peluang bagi kerja sama lebih luas di bidang aerospace, produksi komponen, dan riset militer di masa depan.




