Krisis di Cruz Azul: 1-1 Melawan Querétaro Akhirnya Memicu Pemecatan Larcamón dan Spekulasi Transfer ke Spanyol
Krisis di Cruz Azul: 1-1 Melawan Querétaro Akhirnya Memicu Pemecatan Larcamón dan Spekulasi Transfer ke Spanyol

Krisis di Cruz Azul: 1-1 Melawan Querétaro Akhirnya Memicu Pemecatan Larcamón dan Spekulasi Transfer ke Spanyol

Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | Pada pertandingan ke-16 fase reguler Clausura 2026, Cruz Azul hanya mampu menahan imbang 1-1 melawan Querétaro. Hasil tersebut menjadi titik balik yang menutup masa jabatan Nicolás Larcamón sebagai pelatih kepala klub asal Argentina itu. Sekitar satu hari setelah laga, direktur teknis klub mengumumkan pemecatan Larcamón, mengakhiri periode yang penuh gejolak sejak ia mengambil alih tim pada musim sebelumnya.

Larcamón datang ke Cruz Azul dengan harapan menstabilkan tim yang selama beberapa tahun mengalami pergantian pelatih yang cepat. Namun, meskipun tim sempat berada di posisi keempat klasemen pada saat pertandingan melawan Querétaro, performa permainan tidak memuaskan bagi manajemen. Selama sembilan pertandingan terakhir, klub tidak mencatatkan satu kemenangan pun, memicu ketidakpuasan di antara pengurus dan pendukung.

Selama kepemimpinannya, Larcamón berhasil membawa tim ke semifinal turnamen lokal, namun harus mengakui kekalahan melawan Tigres. Di panggung internasional, penampilan di Copa Intercontinental berakhir dini setelah kegagalan melumpuhkan Flamengo pada babak pertama. Di ajang Leagues Cup, tim tidak mampu melampaui fase grup, menambah catatan kurang mengesankan pada resume Larcamón di Mexico.

Setelah pemecatan, klub menunjuk Joel Huiqui sebagai pelatih sementara hingga akhir turnamen. Huiqui, yang sebelumnya melatih tim muda dan asisten utama, telah berhasil mengamankan tiga kemenangan beruntun, termasuk kemenangan atas Necaxa dan Atlas di fase knockout. Pendekatan Huiqui yang menitikberatkan pada pengembangan pemain muda dianggap sebagai langkah strategis untuk menstabilkan moral tim menjelang fase penutup.

Sementara itu, spekulasi mengenai langkah selanjutnya Larcamón semakin menguat. Jurnalis sepak bola César Luis Merlo menuliskan di akun X-nya bahwa Sporting Gijón, klub yang bersaing di Segunda División Spanyol, telah menunjukkan minat serius untuk merekrut pelatih asal Argentina. Negosiasi masih dalam tahap awal dan belum ada kesepakatan final, namun nama Larcamón muncul sebagai kandidat utama. Merlo juga menambahkan bahwa ada kemungkinan tawaran dari klub Brasil, menambah dimensi internasional pada pencarian pekerjaan baru Larcamón.

Berita tentang kemungkinan transfer Larcamón ke Eropa datang di tengah kegembiraan para penggemar Liga MX yang menantikan semifinal Clausura 2026. Meski jadwal resmi semifinal masih dilindungi oleh protokol keamanan situs, klub-klub seperti Pumas, América, Pachuca, dan Toluca diperkirakan akan mengisi sisa tempat semifinal setelah hasil leg pertama selesai. Sementara itu, Cruz Azul, yang kini dipimpin oleh Huiqui, menatap peluang melaju ke final dengan mengandalkan performa solid di babak knockout.

Keputusan pemecatan Larcamón sekaligus penunjukan pelatih interim menandai fase kritis bagi Cruz Azul. Klub tidak hanya harus mengatasi tekanan kompetitif, tetapi juga memperbaiki citra publik yang sempat terpuruk akibat serangkaian hasil buruk. Penggunaan pemain muda yang telah dipersiapkan dalam akademi menjadi salah satu kunci utama strategi baru yang diusung oleh Huiqui dan tim kepelatihannya.

Secara statistik, selama masa kepemimpinan Larcamón, Cruz Azul mencatat rata‑rata penguasaan bola 48%, dengan 12 gol dicetak dan 16 kebobolan dalam 24 pertandingan. Meskipun statistik ini tidak terlalu mengkhawatirkan, kualitas serangan yang dianggap kurang dinamis dan pertahanan yang mudah kebobolan menjadi alasan utama pemecatan. Huiqui, di sisi lain, telah meningkatkan penguasaan menjadi 53% dalam tiga pertandingan terakhir, sekaligus menurunkan kebobolan menjadi hanya satu gol.

Dengan perubahan kepelatihan dan prospek Larcamón yang kini mengarah ke Spanyol atau Brazil, masa depan Cruz Azul tampak penuh tantangan sekaligus peluang. Para pendukung menunggu hasil akhir fase playoff, sementara para pengamat sepak bola menantikan langkah selanjutnya bagi pelatih yang baru saja menutup babak di Liga MX.

Kesimpulannya, kekalahan 1-1 melawan Querétaro tidak hanya menambah catatan negatif pada perjalanan Larcamón di Cruz Azul, tetapi juga memicu pergantian kepelatihan yang signifikan. Sementara klub berupaya bangkit di bawah arahan Huiqui, masa depan Larcamón kini berada di persimpangan antara kemungkinan melanjutkan karier di Eropa atau menjajaki tantangan baru di Amerika Selatan.