KSO Kebun Dhoho Kediri Siapkan Panen Tebu Besar-besaran untuk Capaian Swasembada Gula
KSO Kebun Dhoho Kediri Siapkan Panen Tebu Besar-besaran untuk Capaian Swasembada Gula

KSO Kebun Dhoho Kediri Siapkan Panen Tebu Besar-besaran untuk Capaian Swasembada Gula

Frankenstein45.Com – 27 April 2026 | PT Sinergi Gula Nasional Manajemen Kerja Sama Operasional (SGN MKSO) yang mengelola kebun tebu Dhoho di Kediri, Jawa Timur, tengah mempercepat persiapan panen menjelang musim giling 2026. Upaya intensif ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mencapai swasembada gula, sebuah target yang telah ditetapkan pemerintah dalam lima tahun ke depan.

Berbagai langkah konkret telah dilaksanakan, antara lain peningkatan luas tanam, penerapan teknologi pemupukan presisi, serta penggunaan mesin panen modern. Selama dua tahun terakhir, luas kebun Dhoho bertambah sebesar 25 hektar, menambah total area produktif menjadi 1.200 hektar. Dengan rata‑rata hasil tebu mencapai 80 ton per hektar, perkiraan produksi tahunan kebun ini dapat mencapai 96.000 ton tebu mentah.

Berikut rangkuman data utama kebun Dhoho:

Parameter Nilai
Luas Tanam (ha) 1.200
Produktivitas (ton/ha) 80
Produksi Tahunan (ton) 96.000
Target Giling 2026 (ton) 85.000

Untuk mengoptimalkan proses panen, SGN MKSO menggandeng beberapa penyedia mesin panen otomatis yang mampu memotong, mengikat, dan menumpuk tebu dalam satu langkah. Teknologi ini tidak hanya mempercepat siklus panen, tetapi juga mengurangi kerusakan tanaman sehingga kualitas gula yang dihasilkan lebih tinggi.

Selain investasi pada mesin, kebun Dhoho juga meningkatkan program pelatihan bagi petani mitra. Pelatihan meliputi teknik pemupukan berbasis kebutuhan tanah, pengendalian hama terintegrasi, dan pemeliharaan irigasi yang efisien. Hasilnya, tingkat produktivitas petani lokal naik rata‑rata 12 persen sejak 2023.

Upaya ini selaras dengan kebijakan pemerintah yang menargetkan produksi gula dalam negeri mencapai 6,5 juta ton per tahun pada 2027. Kebun Dhoho berkontribusi signifikan terhadap target tersebut, khususnya di wilayah Jawa Timur yang menjadi salah satu sentra produksi tebu terbesar.

Secara sosial‑ekonomi, proyek ini menciptakan lapangan kerja tambahan bagi lebih dari 1.500 tenaga kerja lokal, baik sebagai operator mesin, teknisi, maupun tenaga administratif. Pendapatan petani juga meningkat, memperkuat kesejahteraan komunitas sekitar.

Dengan semua langkah strategis tersebut, KSO Kebun Dhoho Kediri berharap dapat mengoptimalkan hasil panen, menurunkan biaya produksi, dan berperan aktif dalam upaya swasembada gula nasional.