Frankenstein45.Com – 01 Mei 2026 | Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSPI) memutuskan untuk membatalkan rencana demonstrasi di Gedung DPR pada hari Senin, 1 Mei 2024, dan mengalihkan aksi kepada perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di Lapangan Monas, Jakarta.
Keputusan tersebut diambil setelah koordinasi intensif dengan jajaran kepemimpinan serikat serta pihak keamanan, dengan pertimbangan agar aksi dapat berlangsung damai dan terfokus pada dialog konstruktif dengan pemerintah.
Pada sore hari yang sama, ribuan buruh berkumpul di Monas untuk menyampaikan aspirasi mereka langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pertemuan berlangsung dalam suasana yang bersahabat, di mana perwakilan KSPI mengajukan beberapa poin utama terkait ketenagakerjaan, antara lain:
- Peningkatan upah minimum regional (UMR) yang menyesuaikan dengan inflasi dan biaya hidup.
- Perlindungan lebih kuat bagi pekerja kontrak dan pekerja tidak tetap.
- Penerapan kebijakan cuti melahirkan yang lebih adil bagi pekerja perempuan.
- Peningkatan pelatihan dan program peningkatan keterampilan (skill upgrading) untuk menyesuaikan dengan transformasi digital.
- Pembentukan mekanisme penyelesaian perselisihan kerja yang lebih cepat dan transparan.
Presiden Prabowo menanggapi dengan menyampaikan komitmen pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan upah minimum serta memperkuat regulasi perlindungan tenaga kerja. Ia menambahkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan paket reformasi ketenagakerjaan yang akan dipresentasikan dalam waktu dekat.
Sejumlah organisasi serikat lain yang turut hadir, seperti Serikat Pekerja Indonesia (SPI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KONFES), memberikan dukungan terhadap agenda KSPI dan menegaskan pentingnya dialog terbuka antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja.
Acara May Day di Monas berakhir dengan orasi bersama yang menekankan solidaritas buruh serta harapan akan tercapainya keadilan sosial di era pasca‑pandemi. Para peserta kembali ke lokasi masing‑masing dengan harapan bahwa tuntutan mereka akan direspons secara konkret oleh pemerintah.
Keputusan KSPI untuk membatalkan demo di DPR dan memilih aksi di Monas dianggap sebagai langkah strategis untuk menghindari potensi konflik dan menekankan dialog langsung dengan kepala negara.




