Kukuhkan 5 Guru Besar Baru, Rektor Unair Dorong Riset yang Relevan dengan Zaman
Kukuhkan 5 Guru Besar Baru, Rektor Unair Dorong Riset yang Relevan dengan Zaman

Kukuhkan 5 Guru Besar Baru, Rektor Unair Dorong Riset yang Relevan dengan Zaman

Frankenstein45.Com – 09 April 2026 | Universitas Airlangga (Unair) pada tanggal tertentu resmi melantik lima profesor baru setelah melewati proses seleksi ketat yang melibatkan dewan akademik dan kementerian pendidikan.

Pengangkatan ini sekaligus menjadi momentum bagi Rektor Unair, Prof. Dr. H. Muhammad Nasir, S.Ked., M.Sc., untuk menegaskan arah kebijakan riset universitas yang menyesuaikan dengan tantangan zaman.

Nama Fakultas Bidang Keahlian
Prof. Dr. Ir. Budi Santoso Fakultas Teknik Energi Terbarukan
Prof. Dr. Siti Aminah Fakultas Kedokteran Epidemiologi
Prof. Dr. Andi Prasetyo Fakultas Ekonomi Keuangan Berkelanjutan
Prof. Dr. Maya Lestari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Studi Kebijakan Publik
Prof. Dr. Yusuf Hartono Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Komputasi Kuantum

Kelima guru besar tersebut dipilih karena rekam jejak penelitian yang terbukti menghasilkan inovasi dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Misalnya, Prof. Budi Santoso memimpin proyek pembangkit listrik tenaga surya yang kini dipakai di beberapa desa di Jawa Timur, sementara Prof. Siti Aminah berperan penting dalam penanggulangan wabah dengue melalui pengembangan metode deteksi dini.

Rektor Unair menekankan bahwa riset harus lebih “relevan dengan zaman”, artinya tidak hanya fokus pada publikasi akademik, melainkan juga pada penerapan praktis yang dapat menjawab masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan. Ia menambahkan bahwa universitas akan meningkatkan dukungan berupa dana hibah, fasilitas laboratorium, dan kolaborasi industri untuk mempercepat transfer teknologi.

  • Fokus pada riset terapan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
  • Peningkatan kerjasama dengan pemerintah, sektor swasta, dan lembaga internasional.
  • Pembentukan pusat inovasi lintas disiplin untuk mengatasi masalah kompleks.
  • Penyediaan beasiswa dan program pendampingan bagi peneliti muda.

Dengan penguatan kepakaran melalui penambahan guru besar, Unair berharap dapat menjadi motor penggerak ilmu pengetahuan yang adaptif, sekaligus menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di Indonesia dalam mengintegrasikan riset dengan kebutuhan zaman.