Frankenstein45.Com – 25 Mei 2026 | Program Menyejahterakan Bangsa (MBG) yang digulirkan pemerintah Indonesia berhasil menurunkan angka pengangguran dengan menyerap sebanyak 1,28 juta pekerja sejak peluncurannya pada awal 2022.
Program ini menfokuskan pada tiga pilar utama: pendampingan usaha, pelatihan vokasional, dan pemberian modal mikro. Hasilnya, lebih dari 1,28 juta individu—termasuk pekerja lepas, pencari kerja pertama, dan pekerja yang terdampak pandemi—telah mendapatkan pekerjaan atau kontrak usaha baru.
- Penempatan tenaga kerja di sektor pertanian meningkat 12 %.
- Usaha mikro di bidang kuliner dan kerajinan mengalami pertumbuhan pendapatan rata-rata 18 %.
- Pelatihan vokasional mencakup lebih dari 250 000 peserta dengan tingkat kelulusan 87 %.
Distribusi penyerapan pekerja MBG per provinsi tercermin pada tabel berikut:
| Provinsi | Pekerja Diserap | Pertumbuhan UMKM (%) |
|---|---|---|
| Jawa Barat | 340.000 | 15,2 |
| Jawa Timur | 210.000 | 13,8 |
| Sumatera Utara | 95.000 | 11,5 |
| Sulawesi Selatan | 78.000 | 12,3 |
| Bali | 45.000 | 14,0 |
Keberhasilan MBG tidak hanya terlihat pada angka penyerapan, tetapi juga pada dampak sosial‑ekonomi yang lebih luas. Dengan meningkatnya pendapatan rumah tangga, konsumsi lokal mengalami kenaikan, memperkuat rantai pasok daerah dan menurunkan tingkat kemiskinan.
Pemerintah berkomitmen melanjutkan program hingga 2026 dengan target tambahan 800.000 pekerja, memperluas jaringan pelatihan digital, dan meningkatkan alokasi dana bagi UMKM yang berpotensi ekspor.




